Gerindra-PDIP Disebut Koalisi Terkuat, Meski Ingin Dilemahkan Oligarki

Jum'at, 03/06/2022 18:20 WIB
Prabowo Subianto saat silaturahmi dengan Megawati Soekarnoputri (bisnis)

Prabowo Subianto saat silaturahmi dengan Megawati Soekarnoputri (bisnis)

Jakarta, law-justice.co - Kemesraan PDI Perjuangan dan Partai Gerindra yang sempat terjalin di tahun 2009 tampak selalu coba direnggangkan oleh para tokoh, elite, dan kelompok oligarki.

Bahkan di tahun 2024 mendatang, hubungan kedua partai ini masih akan direnggangkan agar tidak menyatu.


Begitu kata Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule, dikutip dari RMOL, Jumat (3/6/2022).

“Banyak tokoh dan elite, termasuk oligarki bermanuver ingin menggagalkan koalisi Gerindra-PDIP pada Pilpres 2024,” ujarnya.

Iwan Sumule mengurai bahwa hal itu terhadi karena koalisi Gerindra dan PDIP akan menjadi momok yang menakutkan. Khususnya pada kelompok oligarki yang biasa memasang boneka saat pilpres.

“Karena mungkin menurut mereka, jika koalisi Gerindra-PDIP terjadi, akan sulit ditandingi atau dikalahkan, walau pakai uang oligarki dan kecurangan sekalipun,” tegasnya.


Baginya, selain koalisi itu bisa mengalahkan kelompok oligarki, juga akan menghindari politik polarisasi yang berlarut-larut di negeri ini. Tidak akan ada lagi pembelahan antara “cebong” dan “kampret”.

“Politik polarisasi akan membuat keterbelahan bangsa yang majemuk. Koalisi Gerindra-PDIP akan menghindari politik polarisasi itu,” tutup Iwan Sumule.

(Devi Puspitasari\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar