Munculkan Jejak Purba, `Mulut Neraka` di Rusia Disebut Makin Menganga

Rabu, 25/05/2022 15:10 WIB

Jakarta, law-justice.co - Semakin terbukanya kawah Batagaika di Siberia, Rusia, mengungkapkan banyak warisan sejarah tanaman dan binatang zaman purba di zaman es.

Seperti melansir cnnindonesia.com, pelebaran kawah yang dikenal `mulut neraka itu` disebabkan oleh kenaikan suhu di wilayah Siberia.

Pelebaran situs itu membuat beberapa ilmuwan dan arkeolog menemukan jejak hewan dan tumbuhan sejak Zaman Es. Kawah itu juga menjadi salah satu sumber data iklim selama 200 ribu tahun.

Atlas Obscura melaporkan, bangkai mamut, lembu kesturi, dan kuda berusia 4.400 tahun sempat ditemukan dalam situs tersebut.

Kawah Batagaika sendiri merupakan kawah terbesar di dunia. Kawah itu memiliki panjang sekitar satu kilometer dan kedalaman 100 meter.

Kawah Batagaika berada di wilayah Sakha, Siberia. Kawah ini muncul pada 1960-an setelah area hutan di sana dihancurkan, membuat lahan di atasnya tenggelam.

Walaupun `kaya` akan warisan sejarah, masyarakat lokal takut akan kemunculan kawah tersebut.

Kseniia Ashastina, ahli paleobotani di Institut Max Planck untuk Ilmu Sejarah Manusia, menyampaikan bahwa beberapa kelompok masyarakat lokal takut atas keberadaan kawah itu.

Masyarakat lokal menilai kawah itu "melahap tanah mereka, menelan pohon dan tempat suci mereka," kata Ashantina

Sementara itu, suhu tinggi telah menerpa wilayah Siberia Rusia dengan cepat.

Suhu Kota Verkhoyansk, yang berjarak 75 kilometer dari Batagaika, sempat mencapai 38 derajat Celsius pada Juni 2021.

Melihat suhu yang semakin meningkat, ahli menilai perubahan iklim bakal mempercepat proses pelebaran kawah.

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar