Kehadirannya Ditolak Banyak Pihak, Miyabi Batal ke Indonesia

Minggu, 22/05/2022 20:40 WIB
Bintang film dewasa Maria Ozawa alias Miyabi (Net)

Bintang film dewasa Maria Ozawa alias Miyabi (Net)

Jakarta, law-justice.co - Promotor gala dinner Maria Ozawa alias Miyabi membatalkan acara dengan alasan banyak penolakan dari masyarakat di Tanah Air, termasuk di DKI Jakarta.

Manager Executive Repezen Nada Entertainment, Michael Prawira, mengungkap alasan pembatalan itu adalah karena banyaknya penolakan dan respons kurang baik terhadap kehadiran bintang film dewasa asal Jepang tersebut.

"Setelah kami pertimbangkan, memang kurang baik untuk saat ini. Jadi, kami cancel saja acara itu," kata Michael, Minggu (22/5/2022).

1. Promotor akui belum ada alternatif pengganti Miyabi


Michael menjelaskan, belum ada artis alternatif yang akan mengganti kedatangan Miyabi ke Jakarta dikarenakan kontrak kerja dengan Miyabi bersifat eksklusif.

"Setelah kami pelajari lagi, karena kami juga belum siap untuk di Indonesia responnya. Jadi, akhirnya kami masih pertimbangkan dan belum kami jadwal ulang lagi," ujar Michael.

2. Promotor kini hanya fokus mendatangkan Repezen Foxx

Atas pembatalan itu, pihaknya kini hanya fokus menghadirkan band asal Jepang, Repezen Foxx saja.

Adapun alasan promotor memboyong Miyabi ke Indonesia karena memiliki hubungan yang baik dengan pemilik perusahaan, yakni selebgram Evelyn Nada Anjani yang merupakan mantan istri komedian Aming.

"Kalau untuk yang lain kan kami memang pegang Repezen Foxx, paling kami fokusnya ke situ dulu," ucap dia.

3. Promotor klaim telah kembalikan uang tiket Rp15 juta

Sementara itu, bagi para peserta yang telah membayar sebagian atau penuh untuk mengikuti acara yang berbiaya Rp15 juta tersebut, Michael mengaku pihaknya telah melakukan pengembalian dan sudah hampir selesai prosesnya.

"Kami kembalikan, sudah hampir semua selesai," ucapnya.

Sebelumnya, anggota DPRD DKI Syarif meminta Pemprov DKI mengkaji soal mantan bintang film dewasa asal Jepang, Maria Ozawa atau Miyabi yang berencana mengadakan acara makan malam di Jakarta karena menimbulkan kontroversi.

"Saya meminta pemerintah provinsi untuk melakukan pengkajian yang lebih dalam. Kalau mengundang kontroversi untuk apa, meski tujuannya baik," kata Syarif di Jakarta, Kamis (19/5/2022).

Politikus Gerindra DKI itu menambahkan, ia tidak dalam posisi menolak rencana kegiatan makan malam bersama sekitar 50 penggemar, karena kemungkinan mendorong ekonomi kreatif. Namun apabila memantik kontroversi, ia mengusulkan agar lebih baik tidak dilakukan.

"Saya dalam posisi tidak menolak. Cuma kalau menimbulkan kontroversi lebih baik jangan. Saya dalam posisi mengatakan jangan, ya menolak. Tapi kalau di sana pengkajiannya sudah lengkap, dipandang layak dihadirkan, diundang ya silakan," ucapnya.

 

(Devi Puspitasari\Editor)

Share:
Tags:




Berita Terkait

Komentar