Arahan Jokowi Diyakini Gerindra Bisa Pulihkan Ekonomi

Kamis, 19/05/2022 10:06 WIB
Ahmad Muzani politikus Gerindra (publiksatu.com)

Ahmad Muzani politikus Gerindra (publiksatu.com)

Jakarta, law-justice.co - Ketua Fraksi Gerindra DPR RI Ahmad Muzani menilai kebijakan Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang melonggarkan penggunaan masker di ruang terbuka akan memberikan dampak positif terhadap upaya pemulihan ekonomi nasional. Karena itu kata dia, Fraksi Gerindra mengapresiasi keputusan presiden tersebut dengan tetap mengawal proses pelaksanaan kebijakan ini di lapangan.

"Dengan adanya keputusan pemerintah melonggarkan penggunaan masker di ruang terbuka, maka masyarakat akan terlepas dari rasa jenuh dan kebosanannya selama ini yang diwajibkan menggunakan masker pada kondisi dan area apapun," kata Muzani kepada wartawan, Kamis (19/5/2022).

Meskipun Fraksi Gerindra mengapresiasi langkah pemerintah itu, Muzani meminta kebijakan tersebut harus tetap dalam pengawalan berkala dari pemerintah. Menurutnya, jangan sampai masyarakat, pemerintah lengah dan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Wakil Ketua MPR ini meyakini bahwa kebijakan ini akan membawa perekonomian rakyat lebih baik. Daya beli masyarakat akan meningkat dan proses pemulihan ekonomi nasional akan lebih cepat dicapai.

"Kebijakan ini tentu memberikan dampak baik terhadap seluruh lapisan masyarakat kita. Ekonomi rakyat akan membaik, daya beli meningkat. Intensitas jual beli di pasar akan lebih tinggi, perkantoran akan lebih masif lagi, serta kegiatan belajar mengajar baik di sekolah dan di kampus akan kembali normal,” tuturnya,

“Itulah yang selama ini kita nantikan. Dan kita harapkan suasana itu bisa kita capai dalam waktu dekat," imbuh Muzani.

Ditambahkan Muzani, keputusan pelonggaran penggunaan masker ini menandakan bahwa saat ini pemerintah tengah menyiapkan langkah menuju fase endemi. Meski begitu, menurut Muzani perlu ada kajian lebih lanjut tentang kemunginan-kemungkinan lainnya.

"Suasana dan kemungkinan menuju fase endemi tidak hanya dihadapi Indonesia, tapi juga negara-negara di Eropa. Namun saat ini di China penyebaran Covid-19 masih terdeteksi bahkan meningkat. Artinya jangan tergesa-gesa untuk menetapkan saat ini kita telah masuk ke fase endemi, perlu ada kajian, penelitian, dan pemahaman global tentang identifikasi dari endemi itu sendiri," tutupnya.

(Gisella Putri\Editor)

Share:
Tags:




Berita Terkait

Komentar