Fakta Berbahaya Pengguna Pinjol, dari Disadap Hingga Depresi

Sabtu, 14/05/2022 14:20 WIB
Ilustrasi pinjaman online (pinjol) (Istimewa)

Ilustrasi pinjaman online (pinjol) (Istimewa)

Jakarta, law-justice.co - Meskipun bisa membantu kita secara instan, bukan berarti masalah kita bisa teratasi berkat mendaftarkan diri melalui pinjol. Nyatanya, pinjol seolah menjadi jaring yang menyaring banyak manusia yang membutuhkan uang. Siapa pun yang masuk ke dalamnya, akan terperangkap.

Lalu, apa saja bahaya pinjaman online? Berikut ini ulasannya agar kita bisa menghindarinya.

1. Menyadap handphone

`izinkan aplikasi x mengakses kontak` salah satu hal pertama kali yang akan muncul ketika kita membuka aplikasi pinjaman online. Seterusnya izinkan aplikasi x mengakses gambar? Mengakses lokasi? Mengakses log panggilan? Dan lain sebagainya.

Sedangkan kita yang sedang dalam posisi sangat membutuhkan uang, langsung saja tekan `Ya` agar segera bisa mendapatkan uang. Sayangnya, hal tersebut memang harus menekan `Ya`. Kalau tidak, maka kita tidak bisa melanjutkan prosesnya.

Secara tidak langsung kita telah membiarkan pihak ketiga masuk untuk menyadap handphone milik kita dan memberi kuasa kepadanya.

Beberapa waktu yang akan datang, ketika kita tidak memiliki uang untuk mengangsur atau melunasinya, barulah pihak ke tiga ini menunjukkan kuasanya.

Mulai dari menghubungi seluruh kontak, mengirim foto dan gambar tentang diri kita yang meyakinkan, sampai yang terakhir, mendatangi lokasi sesuai dengan lokasi yang bisa dilihat melalui sambungan gawai milik kita.

2. Menjual data

Dari data yang dikantongi oleh pinjaman online, mereka bisa leluasa untuk menggunakannya dalam hal apapun. Termasuk menjualnya atau mendaftarkan ya di platform pinjaman lain. Hal tersebut tentunya akan sangat merugikan kita.

Padahal, meskipun kita sudah mengisi form dan melengkapi persyaratan, tidak ada jaminan bahwa pinjaman kita akan disetujui. Kalau tidak disetujui, sama saja kita telah memberikan data kita secara gratis kepada pihak ke tiga.

3. Menjebak kita kepada hutang yang lebih banyak

Seperti yang saya sampaikan di atas, bahwa dalam pinjaman online tidak ada jaminan bahwa setiap pinjaman akan disetujui meskipun persyaratannya sudah seluruhnya terpenuhi.

Bahkan, kita yang sudah pernah meminjam beberapa kali di aplikasi tersebut pun bisa tiba-tiba tidak disetujui.

Kebanyakan orang mengangsur pinjaman online dengan separuh dari pendapatannya, dengan harapan akan segera mengajukan kembali setelah proses pembayaran terlewati. Bahkan beberapa ada yang mengajukan pinjaman di aplikasi lain, untuk menutup pinjaman sebelumnya. Dan hal tersebut terus berputar, menutup satu pinjaman dengan membuat pinjaman baru. Menutup pinjaman baru dengan mengajukan kembali di pinjaman lama.

Pernah membayangkan jika salah satu dari aplikasi tersebut menolak pinjaman kita, maka bagaimana lagi cara kita mengatur uang? Bagaimana kalau tidak ada lagi aplikasi yang berkenan menyetujui pengajuan kita?

4. Bisa membuat orang merasa depresi

Pernah mendengar `orang bunuh diri karena diteror debt colector pinjol?`, `orang depresi karena tak bisa bayar pinjol`, dan kalimat lain yang menunjukkan bahwa pinjol sangat mempengaruhi mental seseorang.

Betapa bahayanya pinjol yang menyadap gawai kita, menyimpan seluruh data kita, memberikan pinjaman dengan bunga yang mencekij dan waktu yang sedikit, bahka seolah bekerja sama dengan pinjol lain agar hutang kita semakin banyak, belum lagi menyebarkan data kita kepada seluruh kotak ketika kita tidak bisa melunasinya. Memalukan sekali.

5. Membuat kita kehilangan banyak hal

Tidak jarang pula dari kita yang berusaha untuk membayar seluruh hutang di pinjol dengan cara menjual beberapa benda atau aset yang dimiliki. Semakin lama dan besar, semakin banyak barang yang kita jual. Lambat laun, kita tidak lagi memiliki apa-apa.

Maka dari itu, akan lebih baik jika kita bisa mempengaruhi lingkungan sekitar untuk menghindari meminjam uang lewat aplikasi pinjol.

 

(Devi Puspitasari\Editor)

Share:
Tags:




Berita Terkait

Komentar