Soal Hepatitis, Kemenkes Tak Persoalkan Pembukaan Kantin saat PTM

Jum'at, 13/05/2022 09:07 WIB
Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes Siti Nadia Tarmizi (Tribun)

Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes Siti Nadia Tarmizi (Tribun)

Jakarta, law-justice.co - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tak mempermasalahkan kebijakan pembukaan kantin sekolah saat pembelajaran tatap muka (PTM) karena penyakit hepatitis misterius. Pasalnya, penyait yang belum diketahui penyebabnya tersebut tidak sebanyak kasus Covid-19.

"Kasus hepatitis tidak sebanyak kasus Covid dan situasi hepatitis adalah kewaspadaan," ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes Siti Nadia Tarmizi, Kamis (12/5/2022).

Nadia menilai yang terpenting mengetahui pengelolaan makanan yang baik dan kebersihan kantin. Sehingga menurutnya tidak masalah dengan pembukaan kantin.

"Yang penting pengetahuan selama ini tentang pengelolaan makanan yang baik, kebersihan kantin sekolah di jalankan maka tidak ada masalah dengan dibukanya kantin," ujar Nadia.

Nadia mengatakan kualitas kantin sehat dan bersih perlu ditekankan. Selain itu menurut Nadia tidak ada masalah dengan kegiatan PTM yang akan dilakukan.

"Iya tidak masalah," tuturnya.

Diketahui sebelumnya, KPAI meminta pemerintah mengevaluasi kebijakan pembukaan kantin sekolah saat PTM dimulai setelah libur Lebaran. KPAI menilai hal itu perlu dilakukan untuk mencegah hepatitis misterius.

"Surat Edaran Sesjen Kemendikbud-Ristek terkait penyelenggaraan PTM, di antaranya sudah boleh membuka kantin di sekolah dengan batasan pengunjung 75 persen. Hal ini penting dievaluasi kembali karena penularan hepatitis akut melalui saluran pencernaan dan saluran pernapasan," kata komisioner KPAI Retno Listyarti kepada wartawan, Kamis (12/5/2022).

Retno berharap orang tua membawakan bekal bagi anaknya masing-masing saat ke sekolah. KPAI juga meminta pemerintah mengkaji PTM 100 persen di tengah munculnya hepatitis misterius ini.

"Selain itu, pemerintah melakukan monitoring dan evaluasi PTM saat ini. Jangan 100 persen lagi agar dapat melihat perkembangan kasus hepatitis misterius ini dan sebagai bentuk pencegahan," ucap Retno.

 

(Gisella Putri\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar