Risma Belum Tahu Apakah PDIP Dorong Dirinya Maju di Pilgub DKI

Selasa, 10/05/2022 06:46 WIB
Mensos Risma bicara Pilkada DKI Jakarta (kompas)

Mensos Risma bicara Pilkada DKI Jakarta (kompas)

Jakarta, law-justice.co - Menteri Sosial Tri Rismaharini atau Risma belum tahu soal sikap PDIP terhadap dirinya untuk Pemilu 2024 mendatang. Hal serupa juga soal Pilkada DKI Jakarta. Risma menegaskan hingga saat ini dirinya memegang prinsip untuk tidak meminta jabatan tertentu ke orang lain.

"Kalau didorong kan belum tentu keluar, nanti kita lihat saja amanahku di mana," ujarnya di kantor Kemensos, Senin 9 Mei 2022.

Mantan Wali Kota Surabaya itu menuturkan, dirinya juga tidak mau mempermalukan pihak-pihak yang memberikan tanggungjawab kepada dirinya. Menurutnya itu prinsip yang selama ini dipegang.

"Aku prinsipku gini, aku nggak pengen mempermalukan orang yang ngasih kepercayaan ke aku," ucapnya.

Saat menjadi Wali Kota Surabaya dulu, Risma menyebut tidak pernah meminta jabatan tersebut termasuk dengan jabatan yang sekarang ia emban sebagai Menteri Sosial Republik Indonesia.

Menurutnya, dirinya tidak mau sombong. Ia takut kalau bersikap sombong justru rakyatnya yang terkena getahnya. "Jadi itu kenapa saya takut meminta jabatan itu, takutnya, aku kan sombong sekali seolah-olah aku maruk. Kalau tiba tiba tuhan ngasih cobaan," tuturnya.

Belum lagi kata dia, mengemban satu jabatan tertentu itu sangat tidak gampang, karena tanggungjawab yang harus diemban sangat besar.

Dia menyontohkan, pada saat menjabat sebagai Wali Kota Suabaya kala itu, ia diterpa salah satu kejadian yang sangat besar, salah satunya peristiwa bom bunuh diri di tiga gereja.

Peristiwa itu tejadi pada 13–14 Mei 2018. Tiga tempat di antaranya tempat ibadah di Gereja Santa Maria Tak Bercela, GKI Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya.

"Aku waktu kejadian bom di Surabaya itu aku tiga hari nggak makan hampir tiga hari aku nggak makan, nggak tidur aku, muter terus nggak makan aku," ucapnya.

"Berat itu cobaan. Nah kan, aku nggak pengen karena kesombonganku kemudian yang kena rakyatku," tutupnya.

(Gisella Putri\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar