DPR Minta Pria Penginjak Alquran di Sukabumi Dihukum Berat

Sabtu, 07/05/2022 09:44 WIB
ANggota Komisi III DPR dari Partai Gerindra Habiburokhman (Bimata)

ANggota Komisi III DPR dari Partai Gerindra Habiburokhman (Bimata)

Jakarta, law-justice.co - DPR meminta aparat penegak hukum menghukum pria penginjak Alquran di Sukabumi dihukum dengan  berat. Hal itu disampaikan oleh Anggota Komis III DPR Habiburokhman. Dia juga mengapresiasi langkah cepat kepolisian menangkap pelaku dugaan kasus penodaan agama tersebut.

"Kami mengapresiasi Polri yang dengan cepat menangkap pelaku penginjak an Al-Qur`an di Sukabumi. Kami minta agar pengusutan kasus tersebut bisa berjalan dengan cepat dan jika terbukti maka pelaku harus dihukum maksimal sesuai dengan ketentuan Pasal 156a KUHP yakni 5 tahun penjara karena jelas2 dia bilang melakukannya dengan sadar," kata Habiburokhman kepada wartawan, Jumat (6/5/2022).

Habiburokhman mengatakan proses hukum cepat penting untuk diterapkan agar menjadi edukasi kepada masyarakat bahwa tidak ada toleransi bagi siapapun yang menghina agama. Dia tidak ingin perbuatan menghina agama terulang kembali karena sanksi yang diberikan tidak tegas.

"Proses hukum yang cepat dan gradasi hukuman maksimal kepada pelaku penting untuk diterapkan agar menjadi edukasi bagi masyarakat bahwa kita tidak memberikan toleransi sekecil apa pun kepada mereka yang menghina agama. Negara kita berdasarkan Ketuahan Esa, jangan sampai perbuatan menghina agama diulangi oleh orang lain karena melihat penerapan sanksi hukum yang kurang tegas," ujarnya.

Lebih lanjut anggota Komisi III DPR itu mengatakan akan melakukan evaluasi ancaman hukuman maksimal bagi pelaku penghina agama. Menurutnya, jika hukuman penjara maksimal lima tahun tidak efektif, perlu dipertimbangkan ancaman hukuman yang lebih berat.

"Dalam pembahasan RKUHP baru , kami juga akan mengevaluasi apakah ancaman hukuman maksimal dalam kasus penghinaan agama yakni 5 tahun masih efektif. Jika ancaman maksimal 5 tahun tersebut tidak efektif maka perlu dipertimbangkan ancaman hukuman yang lebih berat. Hal ini penting demi mencegah terciptanya konflik di masyarakat akibat perbuatan satu dua orang yang menghina agama," imbuhnya.

Sebelumnya, video pria di Sukabumi menginjak Al-Qur`an berdurasi 14 detik viral dan ramai diperbincangkan di media sosial Facebook. Dilihat dari video yang beredar, seorang pria mengenakan kaus dan celana biru dan menarasikan dirinya menantang seluruh umat beragama Islam dan dilanjutkan dengan menginjak Al-Qur`an.

"Saya atas nama Dika Eka dengan sadar, saya tantang semua yang beragama muslim," ucap pria tersebut.

Polres Sukabumi Kota berhasil menangkap pria yang menantang umat Islam dan menginjak Al-Qur`an. Sekedar diketahui, sebelumnya aksi pria tersebut viral di media sosial Facebook. Kapolres Sukabumi Kota AKBP SY Zainal Abidin mengatakan pria berinisial CER (25) itu ditangkap di warung sate Mang Dillah, tepatnya di Warung Kiara, Kabupaten Sukabumi, sekitar pukul 10.00 WIB.

"Jadi perlu diketahui bersama bahwa perkara ini diawali dengan pembuatan video viral di media sosial," kata Zainal di Mapolres Sukabumi Kota, Kamis (5/5).

Dia mengatakan, saat ini pelaku sudah diamankan di Satreskrim Polres Sukabumi Kota untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Adapun pria itu diduga melakukan perkara tindak pidana sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi untuk menimbulkan rasa kebencian atau kelompok masyarakat tertentu atas suku, agama, ras dan antargolongan di muka umum.

Fakta baru terungkap selama penyelidikan yang dilakukan oleh Polres Sukabumi Kota. Pihaknya menetapkan satu tersangka baru yaitu tak lain istrinya, SL (24). Dia ditangkap bersamaan dengan penangkap pria penginjak Al Quran.

"Keduanya merupakan pasangan suami istri yang terikat dengan pernikahan siri secara agama sejak 2016 lalu. Kedua tersangka ini masih tercatat di KTP sebagai warga Kota Sukabumi di wilayah Koleberes namun memang dalam proses pemindahan ke Cianjur," ujar Zainal.

 

(Gisella Putri\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar