Wagub DKI Sebut JIS Bisa untuk Final Piala Dunia

Sabtu, 07/05/2022 08:58 WIB
Jakarta International Stadium layak jadi lokasi final Piala dunia (detik)

Jakarta International Stadium layak jadi lokasi final Piala dunia (detik)

Jakarta, law-justice.co - Kemegahan Jakarta International Stadium (JIS) terus disorot akhir-akhir ini. Bahkan Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menilai staidon yang berlokasi di Jakarta Utara itu layak menjadi lokasi final Piala Dunia.

Hal itu disampaikan Riza dalam unggahan di akun instgaramnya @arizapatria, Jumat (6/5). Menurutnya, dengan penerapan teknologi terkini, JIS lebih baik dari Stadion Anfield maupun Old Trafford.

"Kita patut bangga, Jakarta sudah punya Jakarta Internasional Stadium (JIS) dengan kapasitas 82.000 tempat duduk," kata Riza.

Riza dan istrinya tengah berada di Inggris memanfaatkan momen libur panjang Lebaran untuk mengunjungi putrinya, Aisha, yang sedang menjalankan program double degree dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), yakni Master of Research di Newcastle University.

"Bahkan JIS punya atap buka-tutup (retractable roof) yang belum dimiliki Anfield, Old Trafford, dan banyak stadion di dunia. Singkatnya, Jakarta Internasional Stadium layak untuk final Liga Champions, bahkan final Piala Dunia," sambungnya.

PT Jakarta Propertindo (JakPro) mengungkap progres pembangunan Jakarta International Stadium (JIS). Pembangunan stadion tersebut telah mencapai 98%. Foto: Rifkianto Nugroho

Riza bercerita, setelah salat Idul Fitri 1443 H kemarin, dirinya dan istri sempat mampir ke Stadion Anfield, markas Liverpool dengan kapasitas 54.074 tempat duduk. Mereka juga sempat melihat Stadion Old Trafford, kandang Manchester United, yang sanggup menampung 76.000 penonton.

Kapasitas penonton stadion Anfield dan Old Trafford menurutnya masih kalah dibanding JIS. Stadion yang dibangun di utara Jakarta Utara itu menurutnya mempunyai kapasitas 82 ribu tempat duduk.

Dalam kesempatan itu, Riza juga mengatakan sepakbola telah menjadi industri di Inggris. Menurutnya, kepercayaan pihak swasta untuk menjadi sponsor dan berinvestasi pada klub-klub sepakbola di Eropa merupakan hal yang perlu dipelajari, didalami, dan diterapkan di Indonesia.

"Kita berharap semoga saat ini Persija dan klub Indonesia lainnya sedang menjalani tahapan-tahapan menuju klub kelas dunia seperti Liverpool, MU, Real Madrid, Bayer Munchen, AC Milan, dll."

"Gaji pemain seperti Mohamed Salah mencapai Rp 3,7 miliar per pekan dan Cristiano Ronaldo Rp 7,1 miliar per pekan. Tentunya pendapatan klub-klub sepakbola di Inggris sangat besar sehingga berani menggaji pemain dengan angka sefantastis itu. Mampukah anak Indonesia bermain di klub Liga Inggris?" kata Riza.

"Kalau anak-anak Indonesia mampu menembus kampus-kampus terbaik di dunia seperti Oxford, Stanford, Harvard, MIT, Cambridge, dll, bahkan berprestasi, mestinya anak-anak Indonesia juga mampu menembus dan bermain di klub-klub seperti Liverpool, Manchester United, Chelsea, dll. Gmn menurutmu?" sambungnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya telah resmi membuka soft launching Jakarta International Stadium (JIS) yang ditandai dengan laga final Atletico Madrid vs Barcelona U18 dalam International Youth Championship. Dalam sambutannya, Anies mengklaim pembangunan stadion JIS adalah karya kolosal yang setara dengan karya terbaik lainnya di dunia. Anies lantas mengungkapkan JIS menegaskan posisi Jakarta di kancah global.

"Karya ini membuktikan ucapan Bung Karno pada waktu dulu, kami menggoyangkan langit menggemparkan darat, menggelorakan samudera agar tidak menjadi bangsa yang hidup hanya dari 2,5 sen sehari. Kami bangsa yang rela bekerja keras demi pembelian cita-cita," kata Anies dalam rekaman video, Selasa (19/4) lalu.

"Stadion ini menegaskan posisi Jakarta di kancah global, kota megapolitan terbesar di belahan bumi bagian selatan dan kota yang menjadi Ibu Kota ASEAN bagi Jakarta yang menjadi tempat dari begitu banyak kejadian sejarah penting bagi bangsa ini dan stadion ini memberikan masa depan di dalamnya kita harapkan akan bermunculan kejadian-kejadian bersejarah berikutnya," sambung Anies.

PT Jakarta Propertindo (JakPro) mengungkap progres pembangunan Jakarta International Stadium (JIS). Pembangunan stadion tersebut telah mencapai 98%. Foto: Rifkianto Nugroho
Anies mengungkap JIS dibangun dengan tingkat kerumitan serta kecanggihan tertinggi dengan semangat mengejar kesempurnaan. Di sisi lain, pembangunan JIS tak boleh menjadi beban bagi alam maupun lingkungan serta tak melupakan karakter budaya Betawi di dalamnya.

"Tapi JIS harus menjadi contoh sebuah bangunan yang tidak mengorbankan pelestarian tapi justru menopang pelestarian alam," ungkapnya.

Eks Mendikbud itu juga menjamin ribuan pekerja yang terlibat dalam pembangunan JIS merupakan anak bangsa. Bahkan, dia percaya stadion ini akan dibanggakan oleh anak cucu para pekerja di masa depan.

"Ribuan insan yang terlibat dalam pembangunan stadion ini adalah anak-anak bangsa yang kelak nanti mereka bisa menceritakan keluarganya, bisa menceritakan kepada anak-anaknya dan anaknya dari anak-anaknya bahwa di bangunan ini ada jejak keberanian mereka, ada jejak kerja keras mereka pada mahakarya ini bahwa mereka ikut meninggikan kota ini, mereka ikut meninggikan bangsa ini di hadapan bangsa-bangsa lainnya," kata Anies.

Anies juga mengatakan, rampungnya pembangunan JIS bukan akhir dari segalanya. Justru, melalui momen soft launching itu Anies menyatakan kesiapannya menjamu warga dunia.

"JIS dibangun bukan sebagai karya akhir yang dikagumi saat dia selesai, yang dikagumi saat hari ini, tapi sebaliknya JIS dibangun sebagai awalan, dia dibangun menjadi inspirasi, dia dibangun menjadi sarana kemunculan karya prestasi baik di bidang olahraga, seni, budaya, sosial, dan bidang lainnya," imbuhnya.

"Seluruh warga Indonesia bahkan siap menjamu warga dunia. Stadion ini juga harus kita jaga bersama, tapi yang lebih penting stadion ini harus kita manfaatkan sebanyak banyaknya, tempat ini harus menjadikan kebermanfaatan pada kita semua," sambungnya.

 

(Gisella Putri\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar