IDI Bantah Hepatitis Misterius karena Vaksinasi Covid-19

Kamis, 05/05/2022 07:29 WIB
Prof. Zubairi Djoerban (Pikiran Rakyat)

Prof. Zubairi Djoerban (Pikiran Rakyat)

Jakarta, law-justice.co - Klaim penyebab hepatitis misterius karena vaksinasi Covid-19 dibantah oleh Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Zubairi Djoerban. Dia menegaskan adenovirus yang diduga sebagai penyebab hepatitis misterius tersebut tidak berhubungan dengan upaya vaksinasi. Ia menyebut sejauh ini hipotesa tersebut belum terbukti atau didukung data penelitian.

"Hipotesis ini tidak didukung data. Karena sebagian besar anak-anak yang terkena hepatitis misterius ini justru belum menerima vaksinasi Covid-19," ungkap Zubairi melalui akun twitternya @profesorzubairi.

Lebih lanjut dia menjelaskan penyebab hepatitis misterius yang menyerang anak-anak ini masih diselidiki oleh peneliti di dunia. Sebagian mengonfirmasi terdapat Adenovirus subtipe 41 di beberapa tubuh penderita. Virus itu kemudian bertemu dengan SARS-CoV2 atau virus Corona.

"Para ahli sedang menyelidiki, termasuk di Indonesia. Sebagian ketemu Adenovirus 41, sebagian ketemu SARS-CoV2, sebagian kombinasi dua virus itu, dan masih mungkin dipicu penyebab lain," paparnya.

Sebagai informasi, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) saat ini tengah menyelidiki kasus tiga anak Indonesia yang meninggal dunia dengan dugaan mengidap hepatitis misterius.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun menyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) pada kasus hepatitis misterius yang menyerang anak-anak di sejumlah negara dan muncul sejak 15 April lalu. Pasalnya, dari 169 kasus yang terdeteksi oleh WHO, sebanyak 74 diantaranya terinfeksi adenovirus.

Para ilmuwan pun masih melakukan penelitian untuk menemukan susunan genetik virus. Selain itu, juga perlu dilakukan pengambilan sampel untuk mendapatkan gambaran mengenai adenovirus 41 di wilayah tertentu dibanding wilayah lain.

(Gisella Putri\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar