Mulai Pulih Sepenuhnya, Ade Armando Janji Bakal Kembali Berjuang

Jum'at, 22/04/2022 14:20 WIB
Pegiat Media Sosial Ade Armando (Net)

Pegiat Media Sosial Ade Armando (Net)

Jakarta, law-justice.co - Pegiat media sosial yang juga Dosen FISIP Universitas Indonesia (UI), Ade Armando mengaku mulai pulih usai dianiaya massa di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta beberapa waktu lalu.


Kepada teman-temannya di grup WhatsApp, Ade Armando berharap lekas pulih sepenuhnya dan bisa berjuang lagi. Pesan Armando itu disampaikan Sekjen Pergerakan Indonesia Untuk Semua (PIS) Nong Darol Mahmada, Jumat (22/4/2022).

"Kami tahu kami tidak sendirian. Mudah-mudahan saya bisa segera recovered. Supaya kita bisa berjuang bersama lagi. Maaf enggak bisa panjang-panjang," kata Ade kepada teman sejawatnya di grup WhatsApp.


Ade mengaku saat ini sudah bisa kembali membaca dan menonton video. Sejauh ini, dia belum bisa mengikuti seluruh informasi tentang pengeroyokan yang dialaminya.

Akan tetapi, Ade tahu ada dukungan besar yang diberikan kepadanya. Dia lalu mengucapkan terima kasih atas simpati, dukungan dan doa yang selama ini diberikan.

"Izinkan saya menyatakan terima kasih untuk semua simpati, dukungan, doa, solidaritas, bantuan donasi, kiriman makanan lezat dan banyak hal lainnya bagi saya dan keluarga. Itu semua sangat berarti," kata Ade.

Ade Armando menjadi korban penganiayaan massa saat demonstrasi penundaan pemilu dihelat di depan Gedung DPR/MPR Jakarta pada 11 April lalu. Dia dipukuli hingga tak berdaya hingga diselamatkan aparat dari amukan massa.

Mulanya, Ade sempat bicara dengan wartawan maksud kedatangannya ke lokasi demo. Dia mengaku mendukung aspirasi mahasiswa yang menolak pemilu 2024 ditunda.

Namun, ia terlibat cekcok dengan sejumlah massa yang memiliki pandangan berbeda. Semakin banyak massa yang ikut cekcok dan berujung kekerasan fisik terhadap Ade Armando. Kini, dosen Fisip UI itu dirawat di RS Siloam Semanggi, Jakarta.

Polisi sudah menetapkan 9 orang tersangka dalam kasus pengeroyokan itu. Sebanyak dua tersangka masih buron atau tengah diburu polisi.

 

(Devi Puspitasari\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar