MUI Prihatin, Ini Fakta Terkini Pengeroyokan Imam Masjid di Banten

Senin, 18/04/2022 11:15 WIB
ilustrasi kasus pemukulan hakim di PN Jakarta Pusat (INews)

ilustrasi kasus pemukulan hakim di PN Jakarta Pusat (INews)

Jakarta, law-justice.co - Karena tak terima diingatkan meluruskan barisan dan pakaian saat hendak salat berjamaah, seorang imam masjid di Pontang, Kabupaten Serang, Banten, dikeroyok 3 orang pria belum lama ini.

Terkait peristiwa tersebut, Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah Tambunan prihatin dengan aksi pengeroyokan itu.

Tiga pelaku pengeroyokan yakni MM (45), RY (58), dan SP (49). Ketiganya merupakan saudara kandung. Para pelaku ditangkap di rumahnya di Desa Singarajan, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang.

Kapolres Serang, AKBP Yudha Satria mengatakan kejadian itu saat sedang melaksanakan salat Asar, Jumat (25/3) lalu. MM kemudian ditegur korban yang kala itu menjadi imam salat.

"Namun MM tidak terima dan menceritakan kejadian tersebut kepada RY dan SP," kata Yudha di Serang.

Setelah selesai salat Maghrib, SP sudah menunggu di teras samping pintu masjid yang berlokasi di Desa Singarajan, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang. SP saat itu langsung menarik baju korban.

Kemudian tersangka RY langsung memukul bagian wajah korban menggunakan tangan kosong sebanyak tiga kali.

Selanjutnya, korban dipukul kembali oleh MM di bagian leher belakang sebanyak satu kali dan bagian punggung sebanyak satu kali.

detikcom merangkum sejumlah fakta terkini dari peristiwa pengeroyokan tersebut. Berikut fakta-faktanya seperti melansir detik.com:

Tiga Orang Pelaku Ditangkap

Ketiga pelaku ditangkap di rumah masing-masing pada Selasa (12/4) sekitar pukul 22.00 WIB. Penangkapan ini berdasarkan laporan korban ke Polres Serang pada Sabtu (26/3).

Ketiga tersangka dijerat Pasal 170 KUHPidana dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun 6 bulan. Yudha mengimbau semua pihak meredam emosinya, apalagi di bulan suci Ramadan, agar menghindarkan diri dari kekerasan dan perbuatan tercela lainnya.

MUI Prihatin

Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan prihatin dengan kejadian pengeroyokan tersebut. Amirsyah memberi pesan kepada imam masjid yang dikeroyok itu. Amirsyah meminta agar imam masjid bisa menegur secara santun sehingga orang yang ditegur bisa menerima dengan baik.

"MUI sangat prihatin atas peristiwa ini karena momentum Ramadan seolah tak mampu menciptakan suasana yang ramah, penuh rasa silaturahmi di tempat ibadah seperti masjid. Tapi apa hendak dikata, ibarat nasi sudah jadi bubur, maka peristiwa ini harus jadi pembenaran berharga bagus semua pihak," ujar Amirsyah saat dihubungi, Sabtu (16/4/2022).

"Di satu sisi masjid harus mampu mewujudkan keindahan dan kebersihan dalam beribadah, di sisi lain pengurus masjid hingga imam mampu mewujudkan rasa kasih sayang dengan tegur sapa yang santun. Sehingga di antara jemaah yang diingatkan dapat menerima dengan baik," tuturnya.

Amirsyah berharap peristiwa pengeroyokan ini tidak terulang lagi. Dia ingin semua pihak menjaga ketertiban dan kesejukan di masjid.

"Untuk mewujudkan suasana masjid yang bersih, sejuk, indah butuh kerja sama dan tanggung jawab semua pihak. Terlebih jemaah yang hadir di masjid diharapkan mampu menciptakan suasana beribadah yang khusu` dan tawadhu` sehingga dapat menjadi contoh untuk mewujudkan Islam rahmatan lil alamin," imbuhnya.

Kondisi Korban

Polisi mengungkap kondisi imam yang dikeroyok tersebut kini sudah membaik. Kasi Humas Polres Serang Iptu Dedi Jumhae mengatakan motif pengeroyokan itu kemungkinan karena pelaku tidak terima saat diminta rapikan barisan saf salat.

"Iya udah sepuh lah udah umur. Kelahiran 53 itu. Alhamdulillah sehat. Enggak (parah lukanya). Hanya lecet aja tidak sampai luka parah," katanya.

Motif Lain Didalami Polisi

Polisi masih mendalami motif lain tiga pelaku melakukan pengeroyokan. Saat ini 3 pelaku sudah ditahan.

"Masih kita dalami masalah itu. Apakah ada motif lain masih kita dalami. Intinya motifnya itu ditegur untuk merapikan saf barisan mungkin dia tidak terima. Adapun di luar itu masih kita dalami," kata Dedi.

Dedi mengungkapkan korban dengan pelaku saling kenal. Dia mengatakan korban pengeroyokan berinisial HNB yang usianya sudah sepuh.

"Kenal. Kan tetanggaan sama korban ini. Iya udah sepuhlah udah umur. Kelahiran 53 itu usianya sekitar 69 tahun," tuturnya.

Dedi menerangkan pihaknya masih memeriksa tiga tersangka. Dia belum bisa memastikan apakah sebelumnya korban sudah sering menegur pelaku terkait hal yang sama atau tidak.

"Kita juga belum mengetahui itu tetapi baru ini kejadiannya mah. Makanya masih didalami sama penyidik," ucapnya.

 

 

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar