Bandingkan dengan KKB Papua, Vonis Munarman Dinilai sangat Dipaksakan

Kamis, 07/04/2022 15:22 WIB
Direktur Garpu Muslim Arbi (radaraktual)

Direktur Garpu Muslim Arbi (radaraktual)

Jakarta, law-justice.co - Vonis tiga tahun penjara kepada mantan Sekretaris Umum FPI Munarman dalam kasus terorisme dinilai sangat dipaksakan. Hal itu bila dibandingkan dengan kasus yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenajata atau KKB Papua.

Menurut Direktur Gerakan Perubahan Muslim Arbi,  Munarman dianggap bersalah karena menyembunyikan informasi tindak pidana terorisme. Putusan Hakim berbeda dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menganggap Munarman terbukti melakukan terorisme.

"Kalau putusan menyembunyikan informasi tindakan terorisme tidak kah itu dipaksakan?" ujar Muslim, Kamis (7/4/2022).

Muslim pun mempertanyakan teroris mana yang disembunyikan oleh Munarman. Sementara di satu sisi, nyata-nyata teroris ada di depan mata, tak kunjung diberantas oleh aparat.

“Sedangkan tindakan terorisme dan pembunuhan KKB di Papua secara terang-terangan saja tidak ditangani secara cepat dan baik. Mengakibatkan banyak korban anggota aparat dan rakyat. Jadi tudingan pelanggaran pasal itu dipaksakan. Seharusnya Hakim dalam putusannya ini memutuskan bebas Munarman," pungkas Muslim.

Munarman telah divonis bersalah melanggar Pasal 13 C UU 5/2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme karena menyembunyikan informasi kegiatan terorisme. Munarman dihukum pidana penjara tiga tahun yang diketahui lebih ringan dari tuntutan JPU yang menuntut agar Munarman dipidana penjara selama delapan tahun.

(Gisella Putri\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar