Berulah Lagi, Saifuddin: Menag Harus Terima Yesus Agar Indonesia Maju!

Rabu, 23/03/2022 06:53 WIB
Pendeta Saifuddin Ibrahim (terkini.id)

Pendeta Saifuddin Ibrahim (terkini.id)

Jakarta, law-justice.co - Baru-baru ini, Pendeta Saifuddin Ibrahim kembali berulah lagi. Dia kini meminta Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas untuk menerima Yesus Kristus agar Indonesia damai.

Selain itu, Saifuddin Ibrahim sama sekali tidak kapok, dia masih berusaha meminta Menteri Agama untuk hapus 300 ayat Al-Qur’an. Dirinya menawarkan dua pilihan kepada Menteri Agama, menghapus 300 ayat Qur’an atau Menteri Agama masuk kristen.

Sebagain informasi Pendeta Saifuddin Ibrahim kini sedang berada di Amerika, dia dikabarkan juga sedang menjadi incaran FBI berkat kerja sama Kepolisian Indonesia dengan FBI.

Mengetahui hal tersebut, dirinya sama sekali tidak gentar, bahkan dia malah berulah kembali dengan meminta Yaqut Cholil Qoumas memeluk agama kristen.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam salah satu video yang diunggah channel youtube Saifuddin Ibrahim, pada Selasa, 22 Maret 2022, dengan judul ‘Pak Menteri Yaqut Cholil Qoumas, Bertobatlah!!!’.

“Saya Saifuddin Ibrahim ini, begitulah kerinduan saya, keinginan saya untuk kemajuan Indonesia ke depan,” ujar Saifuddin Ibrahim menjelaskan.

Kemudian, Saifuddin Ibrahim berpendapat bahwa kemajuan Indonesia bisa diraih dengan menghapus 300 ayat Al-Qur’an.

“Jadi kalau mau Indonesia itu maju, damai, sejahtera, itu harus menghilangkan kebencian antar umat beragama yang sudah disebutkan dalam kitab mereka (Al-Qur’an),” ujar Saifuddin Ibrahim melanjutkan.

“Sebelum saya bongkar satu per satu alangkah baiknya saya pribadi memohon bapak menteri untuk merespon permintaan saya, karena itu bukan permintaan permainan!,” ujar Saifuddin Ibrahim melanjutkan.

“Bukan petak umpet, kongkalikong, dan itu bukan ancam mengancam, bukan!,” ujar Saifuddin Ibrahim melanjutkan.

“Saya mau bilang kepada pak Menteri, agar merespon permintaan saya! kalau tidak bapak harus terima Yesus Kristus, agar Indonesia damai, Indonesia jaya, Indonesia maju,” ujar Saifuddin Ibrahim melanjutkan.

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar