Jajak Pendapat Litbang Kompas: Publik Ingin Pemilu Tetap Digelar 2024

Senin, 14/03/2022 11:05 WIB
Ilustrasi Ada Pihak Ngotot Tunda Pemilu, Pemerintah Bersama DPR Harus Ubah UUD 1945 Foto:NUOnline

Ilustrasi Ada Pihak Ngotot Tunda Pemilu, Pemerintah Bersama DPR Harus Ubah UUD 1945 Foto:NUOnline

Jakarta, law-justice.co - Jajak pendapat yang dilakukan Litbang Kompas memperlihatkan bahwa mayoritas publik tidak ingin menunda pemilu dan setuju pemungutan suara tetap digelar pada 14 Februari 2024.

Hasil itu terekam dalam jajak pendapat yang dilakukan lewat wawancara melalui telepon terhadap 1.002 responden berusia minimal 17 tahun yang berdomisili di perkotaan di 34 provinsi pada 7-12 Maret 2022.

Sampel dalam jajak pendapat ini ditentukan secara acak dari responden panel Litbang Kompas sesuai proporsi jumlah penduduk di setiap provinsi.

Menggunakan metode ini pada tingkat kepercayaan 95 persen, nirpencuplikan penelitian kurang lebih 3,1 persen dalam kondisi penarikan sampel acak sederhana. Meskipun demikian, kesalahan di luar pencuplikan sampel dimungkinkan terjadi.

Hasilnya, 62,3 persen responden menyatakan setuju pemilu tetap digelar 14 Februari 2024.

"62,3 persen setuju, 25,1 persen menyatakan tidak mempersoalkan pemilu ditunda dua sampai tiga tahun atau tidak, 10,3 persen menyatakan setuju pemilu ditunda dua sampai tiga tahun untuk menjaga agenda pemulihan ekonomi akibat pandemi, dan 2,3 persen menyatakan tidak tahu," demikian hasil jajak pendapat Litbang Kompas sebagaimana terdapat dalam paparan yang diuggah di kompas.id, Senin (14/3).

Lebih lanjut, Litbang Kompas juga melakukan jajak pendapat di kalangan pemilih dua calon presiden (capres) yang tampil di Pilpres 2019 silam, Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto.

Di kalangan pemilih Jokowi, sebanyak 54,7 persen menyatakan setuju pemilu tetap digelar 14 Februari 2024. Sementara lainnya, 28,3 persen menyatakan tidak mempersoalkan pemilu ditunda dua sampai tiga tahun atau tidak, 14,5 persen setuju pemilu ditunda dua sampai tiga tahun, serta 2,5 persen tidak tahun.

Sedangkan di kalangan pemilih Prabowo, 75,4 persen menyatakan setuju pemilu tetap digelar 14 Februari 2024. Kemudian yang lainnya, 14,8 persen menyatakan tidak mempersoalkan pemilu ditunda dua sampai tiga tahun atau tidak, 8,2 persen setuju pemilu dua sampai tiga tahun, serta 1,6 persen tidak tahu.

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar