Jelang MotoGP Mandalika, Vaksinasi Covid 19 Warga Lombok Dipercepat

Minggu, 13/03/2022 17:00 WIB
Ajang MotoGP di sirkuit Mandalika akan digelar pada 18-20 Maret 2022 (Sumber: instagram @themandalikagp)

Ajang MotoGP di sirkuit Mandalika akan digelar pada 18-20 Maret 2022 (Sumber: instagram @themandalikagp)

Jakarta, law-justice.co - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat program vaksinasi Covid 19 di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Hal tersebut dilakukan untuk menurunkan risiko penularan Covid 19 pada perhelatan MotoGP Mandalika pada 18-20 Maret mendatang.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, vaksinasi yang dilakukan serentak di kawasan Lombok mulai Sabtu (12/3/2022) hingga Kamis (17/3/2022).

"Program kegiatan vaksinasi itu dilakukan sebagai antisipasi adanya potensi ancaman Covid 19 dari kedatangan wisatawan lokal maupun mancanegara dalam perhelatan akbar skala dunia," ujar Abdul Muhari pada Minggu (13/3/2022).

Ia menambahkan, pelaksanaan giat Percepatan Vaksinasi ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Joko Widodo dalam rangka percepatan vaksinasi, termasuk dosis ketiga.

Program ini terdiri dari pos vaksin statis (pos tetap) dan pos vaksin bergerak (mobile). Dengan cara ini, masyarakat yang jauh dari pos statis tidak perlu mendatangi lokasi vaksinasi.

"Tim vaksinator yang akan ‘jemput bola’ dan menjangkau masyarakat di beberapa desa yang telah ditentukan," papar Abdul Muhari.

Dalam pelaksanaannya, sebanyak 50 vaksinator yang terbagi dalam 10 tim berangkat dari Posko utama yang berada di Rumah Sakit Mandalika, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.

Tim yang terdiri dari 5 orang anggota itu juga didampingi oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas dari masing-masing desa guna membantu pengamanan sekaligus mengumpulkan masyarakat sebagai peserta vaksinasi.

Vaksin yang diberikan itu adalah vaksin dosis pertama, kedua maupun vaksin lanjutan atau booster dengan target 80 peserta dari masing-masing desa. Jenis vaksin yang diberikan adalah Prizer, Moderna dan Astrazeneca.

"Masyarakat yang telah divaksin otomatis tercacat di Aplikasi PeduliLindungi dan memperoleh sertifikat digital," pungkas Abdul Muhari.

(Rio Rizalino\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar