96 Persen Netizen Pilih Denny Ditangkap Tanda Rakyat Sudah Cerdas

Senin, 07/03/2022 06:53 WIB
96 Persen Netizen Pilih Denny Ditangkap Tanda Rakyat Sudah Cerdas. (Kolase).

96 Persen Netizen Pilih Denny Ditangkap Tanda Rakyat Sudah Cerdas. (Kolase).

Jakarta, law-justice.co - Ketua Relawan Jokowi Mania (Joman), Immanuel Ebenezer menyampaikan rasa terima kasihnya atas kejujuran para warganet.

Pasalnya, dalam polling yang dibuat oleh Pegiat Media Sosial, Denny Siregar, warganet mutlak menginginkan Denny Siregar ditangkap ketimbang Immanuel Ebenezer dipecat dari BUMN.

Polling itu sendiri dibuat Denny Siregar di akun @dennysirregar7 pada 4 Maret lalu. Keterangan polling tertulis, “Ayo taruhan. Apakah gua yang ditangkap atau si Noel yang dipecat. Yang menang dikasih ciuman, ma Noel”.

Warganet disediakan dua pilihan. Pertama “Gua ditangkap” dan pilihan kedua “Noel dipecat”. Hasilnya dari 217.240 pemilih, sebanyak 96,5 persen memilih “Gua ditangkap”. Sementara yang memilih “Noel dipecat” hanya 3,5 persen.

“Bisa kita lihat polling buzzer DS (Denny Siregar). Dia meminta netizen memilih apakah memenjarakan dia atau mencopot saya. Hasilnya 97 persen memilih memenjarakan DS," kata Noel seperti melansir rmol.id, Minggu (6/3).

Baginya, polling ini menandakan bahwa masyarakat sudah cerdas tentang bagaimana menyaring narasi kebencian yang destruktif atau narasi kasih untuk memaafkan.

Pria yang akrab disapa Noel ini merasa heran dengan serangan yang terus dilancarkan Denny Siregar usai dirinya memberi kesaksian meringankan untuk Munarman. Padahal, kesaksian itu bertujuan untuk melakukan rekonsiliasi dan memaafkan.

"Buzzer medsos seperti DS ini memelihara kebencian, menjaga konflik untuk kepentingan dompetnya. Harusnya dia berpikir untuk menyetop kegaduhan. Polling yang dia gelar itu menjerumuskan diri sendiri," kata Noel.

Menyoal laporan polisi, Noel yakin bahwa Denny Siregar akan mendekam di tahanan atas perbuatannya menyerang Ketua Joman. Di mana Denny Siregar menyerang Immanuel Ebenezer karena menjadi saksi meringankan dalam persidangan mantan Sekretaris Front Pembela Islam (FPI), Munarman.

"Stop kebencian atas dasar keinginan untuk mendapat keuntungan. Dulu Ahok juga kita bela habis- habisan. Denny masih nulis di medsos terus. Sekarang waktunya berdamai, masyarakat jangan diajak membenci. Memaafkan lebih baik," demikian Noel.

 

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar