Ketua PDPI: Kematian Akibat Omicron Bisa Tinggi Jika Kasus Total Naik

Minggu, 06/02/2022 06:16 WIB
Pemakaman pasien Covid-19 DKI Jakarta (MI)

Pemakaman pasien Covid-19 DKI Jakarta (MI)

Jakarta, law-justice.co - Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Agus Dwi Sutanto menyebut bahwa kasus kematian akibat Virus Corona varian Omicron tetap bisa tinggi selama total kasus positifnya juga kian tinggi.

Kata dia, probabilitas tingkat kematian akibat varian Delta, misalnya, berkisar pada angka 2-3 persen dari seluruh jumlah pasien yang terpapar.

Sementara, kata dia, persentase kematian akibat Omicron 0,5 persen dari jumlah yang terpapar.

"Kalau kasus meningkat, 0,5 persen pasti jumlahnya lebih banyak dibanding kalau jumlah pasiennya sedikit. Karena kan 0,5 [persen] dari kasus total," ujar dia seperti melansir cnnindonesia.com.

Terlepas dari itu, pihaknya belum mengetahui apakah kasus kematian akibat Covid-19 yang melonjak 58,71 persen dalam sepekan terakhir itu disebabkan Omicron atau varian lainnya.

Menurut Agus, untuk mengetahui varian penyebab lonjakan kasus kematian harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Meningkatnya 58 persen tahu enggak berapa persen yang kena Omicron berapa persen karena Delta? Nggak ada yang tahu kan? Jangan-jangan itu misalnya dari 58 persen yang naik itu 70 persen Delta, kita enggak bisa jawab," tuturnya.

Karena itu, Agus mengingatkan agar masyarakat tidak mengabaikan protokol kesehatan. Hal ini berlaku bagi siapapun, termasuk orang yang telah mendapatkan vaksin.

"Tetep proteksi, kan kita enggak tahu kalau kita kena jadi [bergejala] berat atau enggak. Namanya proporsi kan, probabilitasnya [kematian] masih ada.

Jumlah warga yang meninggal akibat terinfeksi virus corona (Covid-19) di Indonesia mengalami peningkatan secara signifikan dalam sepekan terakhir. Kenaikan terhitung 58,71 persen dibandingkan pekan sebelumnya.

Berdasarkan data yang dihimpun dari laporan harian pemerintah, tercatat selama periode 19-25 Januari, jumlah kumulatif kasus kematian Covid-19 dalam sepekan berjumlah 64 kasus. Sementara pada periode 26 Januari-2 Februari, kasus kematian meningkat menjadi 109 kasus.

Berdasarkan data tersebut, dapat juga dilihat bahwa laporan kasus kematian Covid-19 konsisten di atas 15 kasus sehari selama empat hari berturut-turut atau pada 29 Januari-2 Februari.

Sebelumnya, Pemerintah mengklaim gejala pada pasien Omicron lebih ringan ketimbang Delta. Saat angka kematian akibat Covid-19 naik belakangan ini, sejumlah pihak menyebut itu didorong oleh faktor komorbid maupun varia Delta yang masih menyebar.

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar