Stok Melimpah, Pemerintah Gunakan AstraZeneca Untuk Vaksin Booster

Sabtu, 29/01/2022 17:28 WIB
Ilustrasi Vaksin Covid-19 AstraZeneca (detikcom)

Ilustrasi Vaksin Covid-19 AstraZeneca (detikcom)

Jakarta, law-justice.co - Kementerian Kesehatan menyatakan akan fokus menggunakan vaksin AstraZeneca sebagai vaksin booster di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan kata Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI dr. Siti Nadia Tarmidzi, di Jakarta, pada Sabtu (29/1/2022).

Menurut dia, keputusan menggunakan AstraZeneca sebagai vaksin booster, salah satunya karena saat ini persediaan vaksin jenis tersebut tengah melimpah.

``Untuk triwulan 1 tahun 2022 alokasi vaksin booster akan diutamakan untuk Vaksin AstraZeneca mengingat ketersediaan stok vaksin yang cukup banyak,`` kata dr. Siti Nadia Tarmidzi.

Ia menambahkan, sesuai dengan ketentuan, vaksin AstraZeneca dapat digunakan dengan interval 8 -12 minggu. Namun untuk mempercepat pencapaian dosis primer, maka vaksin AstraZeneca diberikan dengan interval 8 minggu.

Menurut Siti Nadia, pelaksanaan vaksinasi program dosis booster dapat dilaksanakan secara serentak di seluruh kabupaten/kota bagi masyarakat umum tanpa menunggu target capaian 70% dan cakupan dosis 1 lansia minimal 60%.

Syarat penerima vaksin dosis lanjutan (booster) antara lain, pertama calon penerima vaksin menunjukkan NIK dengan membawa KTP/KK atau melalui aplikasi PeduliLindungi, kedua Berusia 18 tahun ke atas; dan ketiga telah mendapatkan vaksinasi primer dosis lengkap minimal 6 bulan sebelumnya.

“Dosis lanjutan (booster) yang diberikan pada triwulan pertama tahun 2022 yaitu untuk sasaran dengan dosis primer Sinovac, maka diberikan vaksin AstraZeneca, separuh dosis (0,25 ml), atau vaksin Pfizer separuh dosis (0,15 ml),” tambah dia.

Untuk sasaran dengan dosis primer AstraZeneca maka diberikan vaksin Moderna, separuh dosis (0,25 ml), bisa juga vaksin Pfizer, separuh dosis (0,15 ml), atau vaksin AstraZeneca, dosis penuh (0,5 ml).

(Rio Rizalino\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar