Sebut Kepemimpinan Airlangga Gagal Total, Kader Golkar Desak Munaslub

Senin, 24/01/2022 16:30 WIB
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (Foto: Istimewa)

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (Foto: Istimewa)

[INTRO]
Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Partai Golkar dinilai gagal dalam membesarkan dan menjalankan visi serta misi partai. Hal ini dapat dibuktikan bahwa Golkar yang merupakan partai merah putih dan berkali-kali jawara, kini justeru namanya kian tenggelam.
 
Demikian diungkapkan kader sekaligus ketua Golkar Kecamatan Dondo Kabupaten Tolitoli Sulteng Kasir Munding
 
"Janji-janji Airalngga hanya Fatamorgana, retorika belaka. Kian kemari eletabilitas Golkar justru terus tergerus," ujarnya, Senin (24/01/2022).
 
Jargon "Suara Golkar suara Rakyat" yang diaktualisasikan dalam Visi terwujudnya masyarakat bersatu, berdaulat, modern, damai, sejahtera adil makmur, beriman dan berakhlak serta berkesadaran hukum, menurutnya juga tidak terwujud di era kepemimpinan Airlangga Hartarto.
 
"Saat Munaslub pada tahun 2017 silam, dimana Airlangga Hartarto didaulat mempimpin Golkar menggantikan Setya Novanto perintahnya jelas, yakni untuk memelihara dan merealisasikan jargon serta Visi Misi Golkar tersebut," urainya.
 
Namun, suara rakyat dan perintah Visi Misi Golkar yang dipanggulkan dipundak Airlangga itu menurutnya hanya sebatas fatamorgana, retorika belaka. 
 
Bahkan lanjutnya, sejumlah kebijakan Airlangga juga kerap keluar dari cita-cita, tak kecuali pemberantasan tabiat KKN lantaran terjerumus dalam kerja-kerja oligarki asing yang terbiarkan kangkangi, mengeksploitasi, mengeruk kekayaan alam sebagai sumber kehidupan Rakyat, hingga ke pelosok Desa.
 
"Contoh kecilnya ialah pemaksaan jualan vaksin produk luar yang sudah tidak sedikit menelan korban jiwa masyarakat, dimana Golkar dibawa nakoda Airlangga, sekaligus ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), hanya diam seribu basa," tandasnya.
 
Melihat realitas ini, Kasir Munding mengaku sangat risau dengan elektabilitas Golkar dan kepemimpinan ketum Airlangga yang kian hari semakin terjun bebas, bahkan semakin memburuk. 
 
"Oleh karena itu, demi keselamatan bangsa, khususnya Kabupaten Tolitoli, saya berharap Golkar Tolitoli segera mendorong munaslub guna kembalikan suara rakyat dari belenggu oligarki itu," pintanya.
 
Terlebih lagi dengan viralnya berita polemik GMPG (Generasi Muda Partai Golkar) yang menilai tujuh janji Golkar bersih telah dihianati Airlangga. Ketujuh janji itu ialah bersih KKN dan kasus hukum lainnya, bersih dari konflik internal yang berlarut-larut.
 
Selanjutnya, pembersihan isu yang menukik dan kian menyandera Visi Misi Golkar yang sejatinya diperuntukan bagi kesejahteraan Masyarakat, termasuk bersih dari persoalan etika dan moral, namun semua itu jauh panggang dari api.
 
"Ada sejumlah cacatan buruk dalam Visi Misi Golkar yang dihianati Airlangga Hartarto, yakni enam janji Golkar Bersih. Salah satu janji yang diingkari itu adalah komitmen memulihkan citra Golkar yang mulai “membusuk” akibat kasus yang menimpa ketua sebelumnya, serta konflik internal yang tak kunjung berkesudahan," tegasnya.
 
Ia memprediksi, bahwa dua tahun terakhir citra “bau” Golkar tidak ada penyembuhan, malah eksistensinya tambah rusak. Belum lagi, partai ini masih distigmakan sebagai partai korup, karena terindikasi dikendalikan para oligarki yang memanfaatkan legitimasi partai bagi syahwat pundi mereka, bukan untuk kesejahteraan masyarakat seperti diamanatkan Visi Misi Golkar.
 
"Slogan Golkar bersih hanya Fatamorgana, retoris belaka. Padahal publik menunggu kebijakan dan manuver radikal, paling tidak tampakkan bahwa era kepemimpinan hasil Munaslub 2017 itu beda dengan pendahulunya," pungkas Kasir.

(Givary Apriman Z\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar