DPR Soroti Penurunan Serapan Anggaran Kemendes dari Tahun ke Tahun

Kamis, 20/01/2022 16:00 WIB
Anggota Komisi V DPR RI Sumail Abdullah (Foto: Istimewa)

Anggota Komisi V DPR RI Sumail Abdullah (Foto: Istimewa)

[INTRO]
Anggota Komisi V DPR RI Sumail Abdullah menyoroti penurunan serapan anggaran dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) yang dari tahun ke tahun mengalami penurunan.
 
Sumail mengatakan tentu hal tersebut harus menjadi refleksi bagi Kemendes PDTT supaya kedepannya penyerapan anggaran bisa lebih baik dari sebelumnya.
 
"Soal serapan anggaran karena dari tahun ke tahun seperti 2019, 2020 hingga 2021 terus mengalami penurunan dalam serapan ini tentu harus kita evaluasi sehingga pencapaian bisa lebih baik," kata Sumail melalui keteranganya, Kamis (20/01/2022).
 
Hal yang lain menjadi catatan bagi Sumail adalah terkait data kepala keluarga dalam desa yang juga menjadi pekerjaan rumah bagi Kemendes PDTT.
 
Menurutnya, data merupakan sumber utama dari Kemendes PDTT dalam memberdayakan desa tertinggal dan membantu masyarakat desa.
 
"Dalam hal ini kemendes harus berkoordinasi lebih baik lagi antara lembaga dan instansi supaya data data di desa itu ada keterpaduan," ujarnya.
 
Ia memberikan satu ilustrasi misal satu kepala keluarga dalam desa tersebut bisa mendapat bantuan tiga hingga empat kali dengan orang yang sama.
 
Menjadi sorotan ketika orang yang seharusnya mendapatkan bantuan tetapi tidak mendapatkan bantuan karena data yang tidak berkesinambungan. 
 
"Data kesejahteraan sosial juga ini perlu dibenahi sehingga ada kesinambungan data dengan keadaan lapangan," ucap Politisi Gerindra tersebut.
 
Menutup pernyataannya, Anggota DPR RI Dapil Jawa Timur III yang terdiri dari Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo itu menyatakan Kemendes mempunyai pekerjaan rumah dalam hal serapan anggaran sehingga bisa menghasilkan program yang memang bisa memberdayakan desa tertinggal.
 
Selain itu, penting juga untuk menunjuk salah satu desa percontohan yang awalnya desa tertinggal tapi kini sudah maju agar bisa dijadikan acuan.
 
"Perlu menunjuk satu desa percontohan dalam satu provinsi yang kira kira bisa menjadi percontohan yang awalnya desa tertinggal kemudian bisa maju," tutupnya.
 

(Givary Apriman Z\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar