Bupati Pandeglang Evakuasi Warga Pesisir Meski Tak Berpotensi Tsunami

Jum'at, 14/01/2022 19:10 WIB
Warga Banten berhamburan keluar gedung usai gempa bumi 6,7 M yang dimutakhirkan menjadi 6,6 M (Dok.Ist)

Warga Banten berhamburan keluar gedung usai gempa bumi 6,7 M yang dimutakhirkan menjadi 6,6 M (Dok.Ist)

Jakarta, law-justice.co - Bupati Pandeglang, Banten, Irna Narulita mengimbau agar warga yang berada di kawasan pesisir untuk tidak berada di kediamannya usai gempa magnitudo 6,7 yang dimutakhirkan jadi M 6,6, Jumat sore (14/1/2022).


Menurut Irna, meski gempa tadi tidak berpotensi tsunami, namun masih ada sejumlah gempa susulan. Hal ini belajar dari pengalaman saat tsunami melanda kawasan Tanjung Lesung, Banten pada tahun 2019. Menurut Irna, pada tahun itu, sempat terjadi rentetan gempa sebelum tsunami menerjang.

"Yang tinggal di pesisir pantai kami imbau untuk tidak menginap, jadi tempat tinggal, warung-warungnya, untuk mereka juga tetap hati-hati. Khawatir ada gempa susulan yang memakan korban ke depan," ujar Irna dikutip dari CNNIndonesia,  Jumat (14/1/2022) sore.

"Kami kan pernah tsunami Desember 2019, terjadi gempa beberapa kali (sebelum tsunami)," imbuhnya.

Kendati begitu, Irna meminta agar warga tetap tenang dengan kondisi gempa saat ini. Menurut dia, meski harus berhati-hati, masyarakat harus tetap tenang dalam mengambil keputusan.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya juga telah berkoordinasi dengan para camat untuk bergerak membantu warga secepat mungkin.

"Kami mitigasi bencana tadi, di mana pada saat kami punya pengalaman tsunami, kami sudah punya tempat evakuasi, titik kumpul mereka di mana," jelasnya.

Sementara itu berdasarkan keterangan yang diterima CNNIndonesia.com, warga di Kecamatan Cimanggu dan Sumur, Kabupaten Pandeglang, mengevakuasi diri ke tempat yang lebih tinggi.

"Orang tua saya mengungsi ke Citangkil. Itu tempat yang tinggi. Ada genteng rumah yang merosot, waralaba pada tutup juga," kata Ketua Pokdarwis Sumur, Hudan Zul, Jumat (14/1/2022).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan gempa Magnitudo 6,7, yang kemudian dimutakhirkan menjadi 6,6, paling dirasakan oleh warga Cikeusik dan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten.

"Guncangan gempa bumi ini dirasakan di Kabupaten Pandeglang, khususnya di Cikeusik dan Panimbang, dengan intensitas guncangan VI skala MMI," ungkap Kepala BMKG Dwikoritas Karnawati, dalam konferensi pers, Jumat (14/1/2022).

"Artinya, getaran dirasakan oleh semua orang dan di sini juga mengakibatkan kerusakan," lanjutnya.

Dwikorita juga menyebut gempa dirasakan di Labuhan dan Sumur, Banten, dalam skala IV MMI.

"Artinya dirasakan banyak orang," ucapnya.

"Kami dapat laporan dampak kerusakan pada bangunan terjadi di Kecamatan Munjul dan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang akibat gempa tersebut," sambungnya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa magnitudo 6,7 yang berpusat di wilayah Banten, tidak berpotensi tsunami.

Kendati demikian BMKG mengimbau warga agar tetap berhati-hati dengan potensi gempa susulan.

 

(Devi Puspitasari\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar