PTM 100 Persen, Wali Kota Bandung Desak Prokes Berjalan Maksimal

Minggu, 09/01/2022 19:50 WIB
Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di SDN Malaka Jaya 07 Pagi, Klender, Jakarta, sudah berjalan di minggu ini. Kembali digelarnya PTM pada hari ini disambut antusias oleh murid, terutama kelas 1 SD yang baru pertama kali belajar langsung di ruang kelas karena sebelumnya mereka sekolah dari rumah sejak Tahun Ajaran Baru pada awal Juli kemarin. Robinsar Nainggolan

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di SDN Malaka Jaya 07 Pagi, Klender, Jakarta, sudah berjalan di minggu ini. Kembali digelarnya PTM pada hari ini disambut antusias oleh murid, terutama kelas 1 SD yang baru pertama kali belajar langsung di ruang kelas karena sebelumnya mereka sekolah dari rumah sejak Tahun Ajaran Baru pada awal Juli kemarin. Robinsar Nainggolan

Jakarta, law-justice.co - Plt. Wali Kota Bandung Yana Mulyana mendesak kepada masyarakat khususnya para orang tua atau wali murid agar mengingatkan kepada siswa untuk tak mengabaikan protokol kesehatan saat pembelajaran tatap muka (PTM) digelar dengan kapasitas 100 persen.

PTM secara 100 persen bakal digelar mulai Senin 10 Januari 2022. Hal tersebut diterapkan mengingat angka kasus COVID-19 di Kota Bandung yang terus menurun.

"Saya titip protokol kesehatan jangan sampai abai," kata Yana di Bandung, Jawa Barat, Ahad 9 Januari 2022.

Protokol kesehatan, kata dia, perlu tetap menjadi perhatian dalam setiap aktivitas masyarakat. Ketika pembatasan kegiatan masyarakat terus melonggar, maka protokol kesehatan menjadi benteng utama.

"Begitu masyarakat abai protokol kesehatan, angka penyebaran COVID-19 meningkat lagi. Naudzubillah, kita cukup sampai gelombang kedua (pertengahan 2021) kemarin saja," ungkap Yana Mulyana.

Adapun di Kota Bandung ada sebanyak 330 sekolah yang bakal menggelar PTM secara 100 persen. Ratusan sekolah itu masuk ke dalam kategori kelompok simulasi 1.

Sementara kelompok simulasi 2 sebanyak 1.677 sekolah akan menjalankan simulasi PTM dengan keterlibatan siswa maksimal 75 persen.

Kemudian kelompok simulasi 3 sebanyak 632 sekolah akan menjalankan PTMT dengan kapasitas maksimal 50 persen. Lalu sisanya masuk ke kelompok simulasi 4 dengan kapasitas siswa maksimal 25 persen.

Durasi kegiatan belajar mengajarnya pun menurutnya mengalami penyesuaian. Dalam satu hari kegiatan belajar mengajar, menurutnya maksimal diisi oleh enam jam pelajaran.

Enam jam tersebut dibedakan berdasarkan tingkat satuan pendidikannya. Untuk SMA sederajat satu jam pelajaran yakni 45 menit, untuk SMP sederajat satu jam pelajaran yakni 40 menit, sedangkan SD sederajat satu jam pelajaran yakni 35 menit.

(Tim Liputan News\Yudi Rachman)

Share:




Berita Terkait

Komentar