Bawa Mobil Petugas, Usaha Kabur Deteni Asal Palestina ini Gagal

Minggu, 02/01/2022 21:30 WIB
Tahanan imigrasi atau deteni (orang asing penghuni rumah detensi) asal Palestina Kabur (Antara/Yohanes Kurnia Irawan)

Tahanan imigrasi atau deteni (orang asing penghuni rumah detensi) asal Palestina Kabur (Antara/Yohanes Kurnia Irawan)

Surabaya, Jawa Timur, law-justice.co - Tahanan imigrasi atau deteni (orang asing penghuni rumah detensi) asal Palestina dilaporkan melarikan diri dari Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Surabaya di Raci, Pasuruan, Jawa Timur. Ia juga membawa kabur mobil milik petugas.


Hal itu dibenarkan Kadiv Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Jatim Jaya Saputra. Ia menyebut kejadian kaburnya deteni atas nama MDH, itu terjadi Minggu (2/1/2021) siang.

"Benar, telah terjadi pelarian deteni berinisial MDH sekitar pukul 12.00 WIB siang ini," ujar Jaya, Minggu Petang (2/1/2021)

Pelarian deteni berinisial MDH itu berawal saat petugas hendak melakukan penguncian blok hunian. Sesuai SOP yang ada, petugas mengontrol tiap blok dan petugas berada di lorong blok deteni.

"Awalnya situasi kondusif dan aman," ujarnya.

Namun, beberapa saat kemudian, deteni asal Palestina itu mengambil jemuran dan tiba-tiba lari keluar blok dan berusaha mengambil motor petugas. Saat perebutan motor, terjadi perkelahian antara deteni MDH dan petugas.

"Saat perkelahian terjadi, deteni MDH berhasil lari ke pintu depan," lanjut Jaya.

Sesampainya di bagian depan Rudenim, deteni MDH kemudian merusak tempat penyimpanan kunci mobil. Dia lalu mengambil mobil yang ada di garasi.

Kemudian dengan menabrakkan mobil petugas berkali-kali ke pintu pagar. Deteni berusia 41 tahun itu berhasil melarikan diri.

"Saat ini kami telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian maupun TNI untuk pencarian," ujarnya

Dengan kejadian ini, Jaya pun meminta masyarakat untuk melaporkan ke Kanwil Kemenkumham Jatim jika mengetahui keberadaan MDH. Serta melihat mobil Chevrolet jenis Orlando berwarna hitam dengan nomor polisi N 1030 SP di jalan.

"Kami membuka pintu seluas-luasnya jika ada informasi dari masyarakat," pungkas dia.

 

(Devi Puspitasari\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar