Viral Kakek Muslim Hibahkan Tanah untuk Gereja Seorang Petani di Sulut

Senin, 20/12/2021 10:07 WIB
Viral Kakek Muslim Hibahkan Tanah untuk Gereja Seorang Petani di Sulut. (Detik).

Viral Kakek Muslim Hibahkan Tanah untuk Gereja Seorang Petani di Sulut. (Detik).

Jakarta, law-justice.co - Baru-baru ini, seorang kakek warga Arakan Kecamatan Tatapaan, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Sulawesi Utara (Sulut) bernama Ade Robo Lahma (71), viral di media sosial (medsos) karena menghibahkan lahannya untuk gereja. Sosok Kakek Lahma lantas ramai dibicarakan.

Ade Robo Lahma dikenal seorang Islam yang dikenal taat beribadah oleh warga sekitar. Keluarga Kakek Lahma juga dikenal sangat toleran dan ramah.

Kakek Lahma berharap apa yang dilakukan itu dapat menjadi contoh untuk saling toleransi antarumat beragama. Dia mengatakan meski berbeda-beda, semua warga merupakan satu kesatuan.

"Mudah-mudahan ini menjadi suri tauladan bagi kita semua warga negara Indonesia. Apa artinya falsafah bhineka tunggal ika, Pancasila dan burung garuda kenapa tidak realisasikan dalam kehidupan sehari-hari," kata Kakek Lahma seperti melansir detik.com, Senin 20 Desember 2021.

Lahma, kesehariannya bekerja sebagai petani sawah. Tapi dia berhasil menyekolahkan ketiga anaknya hingga sarjana. Dia menyebut dapat menyekolahkan anaknya hingga sarjana dari hasilnya bertani.

"Anak saya ada lima, saat ini tinggal empat, karena satu sudah meninggal. Tiga anak saya sarjana. Cuman hasil tani," jelas dia.

Kakek 71 tahun ini tak berharap banyak dari aksinya yang hibahkan tanah untuk gereja. Dia meyakini semua bentuk kebaikan pasti dibalas Tuhan Yang Maha Esa.

"Punya harapan apa yang saya curahkan untuk masyarakat pasti Tuhan balas. Kebaikan yang utama untuk sesama manusia," katanya.

Teruskan Amanah Orang Tua

Kakek Lahma mengaku tulus menghibahkan dan tanpa paksaan dari pihak mana pun. Dia juga menyebut hibah itu merupakan amanah orang tuanya.

"Ini hanya meneruskan amanah orang tua saya. Kalau tidak meneruskan amanah saya nanti jadi dosa. Sepeser pun tidak dibayar," kata Kakek Lahma, saat ditemui wartawan, Minggu (19/12/2021).

Lahma menjelaskan bahwa manusia adalah makhluk sosial. Menurutnya, apa artinya kalau harta itu tidak bermanfaat bagi sesama manusia.

"Syukur-syukur alhamdulillah, merasa lebih lega, lebih sehat. Malahan setiap saat saya berdoa, keluarga saya Lahma ini tetap dijaga," jelas dia.

Lahma meyakini pemberian lahan tersebut tidak menyalahi dan bertentangan dengan Pancasila.

"Apakah cara saya ini bertentangan dengan Pancasila, saya rasa tidak. Sama-sama kita bertuhan, saya sedekahkan untuk umat beragama, wajar kan," katanya.

Kata Pihak Gereja

Sementara itu, Pendeta Welly Pudihang, STh, selaku pihak gereja GMIM Rap-Rap membenarkan bahwa lahan tersebut telah dihibahkan oleh pihak keluarga Lahma. Menurut dia, lahan tersebut seluas 26x36 meter.

"Memang tanah gereja ini berukuran 26 kali 36 adalah dihibahkan oleh orang tuanya pak Ade Robo Lahma," kata dia.

Awalnya tanah itu milik orang tua dari Kakek Robo Lahma. Lahan itu diberikan sekitar 1938. Namun hanya melalui lisan. Saat ini barulah kemudian Kakek Lahma menghibahkan tanahnya dengan berkekuatan hukum dalam bentuk sertifikat tanah.

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar