Jet Tempur Rusia Usir Pesawat Militer AS-Perancis di Laut Hitam

Sabtu, 11/12/2021 06:30 WIB
Ilustrasi pesawat Militer (Reuter)

Ilustrasi pesawat Militer (Reuter)

Moscow, Rusia, law-justice.co - Militer Rusia mengerahkan sejumlah jet tempurnya untuk mengawal dan mengusir lima pesawat militer Amerika Serikat (AS) dan Perancis menjauhi perbatasannya. Insiden ini terjadi di tengah ketegangan memuncak terkait konflik di Ukraina.

Seperti dilansir AFP, Jumat (10/12/2021), pesawat-pesawat militer AS dan Perancis itu terdeteksi mengudara di atas Laut Hitam, dekat perbatasan Rusia, pada Kamis (9/12) waktu setempat.

Kementerian Pertahanan Rusia dalam pernyataannya menyebut telah mengerahkan tiga jet tempur Su-27 ke perairan Laut Hitam `untuk mengidentifikasi target-target udara dan mencegah pelanggaran perbatasan negara Federasi Rusia`.

Disebutkan Kementerian Pertahanan Rusia bahwa awak jet tempur Rusia mengidentifikasi satu jet tempur Mirage 2000 dan satu jet tempur Rafale milik Perancis, juga sebuah pesawat pengintai CL-600 Artemis dan RC-135 milik AS, serta sebuah pesawat pengisi bahan bakar KC-135 milik Prancis.

Rusia menyatakan pesawat-pesawat militer Prancis dan AS itu berbalik arah begitu jet-jet tempur Rusia dikerahkan.

Ditegaskan oleh Kementerian Pertahanan Rusia bahwa pesawat-pesawat negara Barat itu tidak melanggar perbatasan Rusia.

Insiden serupa terjadi pada Rabu (8/12) waktu setempat, saat Rusia mengerahkan jet tempur untuk mengawal tiga pesawat militer Prancis yang mengudara di dekat perbatasannya di Laut Hitam. Rusia menyatakan jet tempurnya mengawal pesawat militer Prancis dan mencegah mereka melanggar perbatasan Rusia.

Dalam insiden terpisah pekan lalu, Rusia menyatakan `malapetaka` dihindari saat pesawat penumpang Rusia terbang menukik untuk menghindari sebuah pesawat pengintai milik NATO yang melintasi jalurnya di atas Laut Hitam.

Negara-negara Barat dan Ukraina mengkhawatirkan Rusia tengah mempersiapkan invasi skala besar.

Tahun 2014 lalu, Rusia mencaplok Crimea yang merupakan bagian dari wilayah Ukraina. Rusia juga diketahui mendukung gerakan separatis skala besar di Ukraina bagian timur. 

(Givary Apriman Z\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar