Korban Tewas Akibat Erupsi Semeru Bertambah Jadi 34 Orang

Selasa, 07/12/2021 15:01 WIB
Ilustrasi lava Gunung Semeru pada Maret 2020 lalu  [ANTARA FOTO/Umarul Faruq]

Ilustrasi lava Gunung Semeru pada Maret 2020 lalu [ANTARA FOTO/Umarul Faruq]

Jakarta, law-justice.co - Korban meninggal dunia akibat erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur bertambah menjadi 34 orang.

Hal tersebut disampaikan Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Surabaya, I Wayan Suyatna, kepada wartawan, pada Selasa (7/12/2021).

Menurut I Wayan, jenazah korban yang telah ditemukan tim evakuasi telah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haryoto dan RSUD Bhayangkara Lumajang, untuk penanganan lebih lanjut.

"Jenazah korban paling banyak ditemukan di dua lokasi yaitu Dusun Curah Kobokan Desa Supiturang dan Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh," kata I Wayan seperti dikutip dari Antaranews.com.

Sementara, jumlah korban luka-luka, menurut data Basarnas Surabaya, sebanyak 26 orang luka berat dan 82 orang luka ringan. Menurut I Wayan, semua sudah menjalani perawatan di Puskesmas dan rumah sakit.

Selain jumlah korban meninggal dunia yang bertambah, I Wayan menambahkan, masih ada 16 orang yang belum ditemukan dalam peristiwa tersebut.

Dalam mencari korban yang masih belum ditemukan. empat tim evakuasi diturunkan untuk melakukan operasi penarian di sejumlah titik, yakni Curah Kobokan, Kampung Renteng dan lokasi penambangan pasir.

"Korban meninggal banyak ditemukan tertimbun abu vulkanik. Selain itu ada juga yang di temukan dalam reruntuhan rumah yang hancur akibat erupsi," kata I Wayan.

Menurut I Wayan, dalam pencarian korban, tim evakiasi terkendala dengan faktor cuaca, seperti angin kencang dan hujan deras. Sementara itu Gunung Semeru masih berpotensi meluncurkan awan panas.

"Kami mengutamakan keselamatan tim evakuasi dalam pencarian korban. Jika cuaca buruk, maka tim akan mencari tempat yang aman terlebih dahulu, sebelum melanjutkan evakuasi korban," kata I Wayan.

 

(Rio Rizalino\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar