Konflik MPR dengan Sri Mulyani Tanda Reshuffle Kabinet Makin Dekat

Senin, 06/12/2021 08:52 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati didampingi Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kiri) bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 4 November 2019. Rapat tersebut membahas evaluasi kinerja APBN 2019 dan rencana kerja APBN tahun anggaran 2020. TEMPO/Tony Hartawan

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati didampingi Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kiri) bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 4 November 2019. Rapat tersebut membahas evaluasi kinerja APBN 2019 dan rencana kerja APBN tahun anggaran 2020. TEMPO/Tony Hartawan

Jakarta, law-justice.co - Pengamat politik dari Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima), Ray Rangkuti menilai polemik antara Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dengan Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati pertanda isu reshuffle akan terlaksana dalam waktu dekat.

Ray mengatakan, isu reshuffle jilid ketiga di periode kedua pemerintahan Joko Widodo mulai mencuat sejak Partai Amanat Nasional (PAN) menyatakan masuk ke dalam koalisi pemerintah pada Agustus kemarin.

"Sejak saat itu, isu tentang mencuatnya kemungkinan adanya Reshuffle menguat, tentu dengan asumsi karena PAN dianggap akan masuk dalam koalisi," ujar Ray dalam acara Diskusi Politik bertajuk "MPR Vs SMI Seteru Jelang Reshuffle".

Akan tetapi, hampir empat bulan ini, reshuffle kabinet tak kunjung dilakukan oleh Presiden Jokowi. Bahkan, ada yang menyebut bahwa reshuffle akan terlaksana pada Desember ini.

"Tapi pada saat bersamaan kelihatan di lingkungan istana juga belum ada persiapan ke arah sana. Belum ada satu lonjakan yang menuju ke arah sana," kata Ray.

Namun demikian, dengan terjadinya gejolak antara MPR dengan Sri Mulyani dianggap menjadi pertanda akan dilaksanakannya reshuffle kabinet.

"Bisa jadi kalau orang menganggap Desember ini akan ada reshuffle itu, itu artinya ada pada isu perseteruan antara SMI dengan MPR," pungkas Ray.

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar