DPR Minta KPU Buat Riset Lapangan Sebelum Simulasi Surat Suara

Kamis, 02/12/2021 21:45 WIB
Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia. (Jawapos)

Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia. (Jawapos)

Jakarta, law-justice.co - Ketua Komisi Pemerintahan (Komisi II) DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung meminta KPU melakukan riset terlebih dahulu sebelum menggelar simulasi penyederhanaan surat suara yang akan digunakan pada Pemilu 2024.

"Saya menyarankan coba dilakukan riset dahulu untuk simulasi dengan melakukan penelitian di lapangan. Apakah masyarakat ketika ada perubahan yang signifikan terkait surat suara dimudahkan atau justru menyulitkan," kata Doli di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Kamis (2/12/2021).

Politikus Partai Golkar ini menuturkan, KPU pernah melaporkan ada enam opsi soal modifikasi surat suara yang bertujuan untuk memudahkan pemilih saat hari pencoblosan.

Saat Pemilu 2019, kata Doli, masyarakat bingung karena menghadapi lima kertas suara namun ternyata tidak terjadi seperti yang dikhawatirkan.

"Jangan sampai kalau setiap pemilu (kertas suara) terus diganti, nanti niat yang awalnya memudahkan malah justru menyulitkan karena masyarakat sudah biasa menghadapi lima kertas suara. Karena yang ekstrem itu hanya satu kertas suara, apakah itu tidak membingungkan," jelas Doli.

Modifikasi surat suara bertujuan untuk memudahkan pemilih dan meringankan beban kerja penyelenggara. Doli menegaskan jangan sampai modifikasi surat suara yang dilakukan KPU tidak bisa menjawab kebutuhan di lapangan.

Doli mengatakan DPR tidak menginginkan beban fisik yang ditanggung penyelenggara Pemilu 2019 semakin bertambah dengan keputusan yang tidak tepat terkait penentuan format surat suara Pemilu 2024.

"Simulasi surat suara harus diikuti dengan penelitian di lapangan, misalnya melalui riset kecil sehingga kalau memutuskan adanya perubahan kertas suara harus dibandingkan dengan Pemilu 2019," katanya.

(Muhammad Rio Alfin\Yudi Rachman)

Share:




Berita Terkait

Komentar