Jelang Nataru, DPR Minta Kemenhub Perketat Gerbang Internasional

Rabu, 01/12/2021 21:40 WIB
Soal Bandara Kualanamu Dijual ke Perusahaan India, Warga Sumut Protes. (kualanamu-airport.co.id)

Soal Bandara Kualanamu Dijual ke Perusahaan India, Warga Sumut Protes. (kualanamu-airport.co.id)

Jakarta, law-justice.co - Anggota Komisi Perhubungan (Komisi V) DPR RI Sigit Sosiantomo meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperketat seluruh gerbang internasional jelang momen Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Sebaliknya, untuk perjalanan domestik, Sigit meminta persyaratan perjalanan tidak terlalu ketat sehingga membebani masyarakat. Langkah ini perlu diambil guna mengantisipasi masuknya varian baru virus Covid-19 Omicron saat Nataru.

"Yang harus diperiksa ketat adalah WNA yang masuk ke Indonesia dan mereka yang baru tiba dari bepergian keluar negeri, bukan yang melakukan perjalanan domestik," kata Sigit dalam Rapat Kerja Komisi V DPR dengan Kemenhub membahas Persiapan Nataru di Kompleks Parlemen, Rabu (1/12/2021).

Sigit juga meminta agar syarat perjalanan domestik tidak lagi mempersulit masyarakat yang hendak melakukan perjalanan. Salah satunya mengenai validasi hasil tes covid di bandara.

"Sudah ada aplikasi pedulilindungi yang memuat semua informasi tentang vaksin dan tes calon penumpang. Kenapa harus divalidasi lagi," ujarnya.

Dalam raker Komisi V DPR dengan mitra kerjanya, hari ini, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pemerintah sudah menyiapkan skenario pengetatan perjalanan pada momen Nataru tahun ini.

Dia menuturkan, untuk mengendalikan transporatsi pada angkutan Nataru tahun ini Kemenhub akan melakukan pembatasan perjalanan masyarakat.

Untuk transportasi darat, angkutan umum yang beroperasi dibatasi hanya 50% dan pemberlakuan pembatasan jam operasional. Sedangkan untuk kendaraan pribadi akan dilakukan kebijakan ganjil genap dibeberapa ruas tol.

Sementara untuk syarat perjalanan, selain persyaratan hasil tes negatif covid dan sertifikat vaksin, untuk pengguna kendaraan pribadi akan diwajibkan menyertakan surat keterangan dari RT/RW. Selain itu, akan dilakukan random check covid disejumlah titik pos penjagaan.

(Muhammad Rio Alfin\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar