Hubungan Tegang, Rusia Usir Lagi Staf Diplomatik AS

Rabu, 01/12/2021 19:00 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: Business Insider).

Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: Business Insider).

Rusia, law-justice.co - Rusia memerintahkan sejumlah staf Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) yang ada di Moskow selama lebih dari tiga tahun terakhir untuk pulang ke negaranya. Perintah ini menjadi langkah balasan atas apa yang disebut Rusia sebagai keputusan AS membatasi masa tugas diplomat Rusia.


Seperti dilansir Reuters, Rabu (1/12/2021), para staf Kedutaan AS di Moskow itu diperintahkan kembali ke AS pada 31 Januari tahun depan. Perintah itu makin memperdalam perselisihan diplomatik antara kedua negara yang berlangsung beberapa waktu terakhir.

Otoritas Rusia merilis perintah itu setelah Duta Besar Rusia untuk AS menyatakan pekan lalu, bahwa 27 diplomat Rusia dan keluarganya diusir dari AS dan akan meninggalkan negara itu pada 30 Januari tahun depan.

"Kami ... bermaksud untuk menanggapi dengan cara yang sesuai. Para pegawai Kedutaan Besar AS yang telah berada di Moskow selama lebih dari tiga tahun harus meninggalkan Rusia pada 31 Januari," tegas juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova.

Kantor berita RIA mengutip Zakharova menyatakan bahwa aturan baru AS berarti para diplomat Rusia yang dipaksa meninggalkan AS, juga dilarang untuk bekerja sebagai diplomat di AS selama tiga tahun.

"Sebelum 1 Juli tahun depan, kecuali Washington mengesampingkan aturan tiga tahun dan melakukan kompromi, lebih banyak pekerja (AS di Rusia) akan pergi dalam jumlah yang sepadan dengan jumlah orang Rusia yang diumumkan oleh Departemen Luar Negeri AS," sebutnya.

Belum ada komentar resmi dari Kedutaan AS di Moskow terkait hal ini.

Pengurangan lebih lanjut untuk staf Kedutaan AS di Moskow akan semakin menambah tekanan pada operasional diplomatik, yang digambarkan AS sebagai `kehadiran sementara` di tengah aksi saling usir dan pembatasan lainnya antara kedua negara.

Kedutaan AS di Moskow menjadi misi diplomatik terakhir AS yang masih beroperasi di Rusia, setelah Konsulat AS di Vladivostok dan Yekaterinburg ditutup dan jumlah staf diplomatik menyusut menjadi 120 staf dari yang tadinya 1.200 staf pada awal tahun 2017.

Secara terpisah, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov, menyatakan belum terlambat bagi AS untuk menghentikan Rusia, jika AS bersedia membatalkan rencananya mengusir para diplomat Rusia.

(Devi Puspitasari\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar