KSAD Dudung Beberkan Cara Pelajari Kelakuan Buruk Habib Rizieq

Rabu, 01/12/2021 05:28 WIB
KSAD Dudung Abdurachman dan Habib Rizieq (Pikiran Rakyat)

KSAD Dudung Abdurachman dan Habib Rizieq (Pikiran Rakyat)

Jakarta, law-justice.co - Kepala Staf Angkata Darat (KSAD), Jenderal TNI Dudung Abdurachman buka suara soal pemberantasan baliho bergambar wajah mantan Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab.

Dudung membeberkan semua itu secara gamblang saat berbincang dengan Deddy Corbuzier dalam acara Podcast #Closethedoor Corbuzier.

Menurut Dudung, ada beberapa hal yang membuatnya harus turun tangan mengerahkan prajurit TNI untuk membantu Satpol PP dan Polisi memberantas baliho Rizieq di seluruh Jakarta.

Menurut dia, pemberantasan baliho tidak dilakukan dengan cara spontan. Jenderal TNI Dudung bahkan harus mempelajari perbuatan buruk yang dilakukan Rizieq Shihab.

"Saya masuk ke Kodam Jaya, saya lihat baliho bergelimpangan, seruan jihad, revolusi akhlak, baliho ada yang disembah-sembah, saya pelajari, apa ini. Kemudian saya pelajari juga video-video sebelumnya apa yang dilakukan Rizieq Shihab, berani sekali dia mengatakan pimpinan kita, presiden kita dengan kata-kata yang tidak bagus. Sebagai warga negara mengganti nama presiden dengan kata-kata tidak benar. Mendidih darah saya, panas sudah," kata Jenderal TNI Dudung.

Jenderal TNI Dudung mengatakan, baliho yang dibabat di seluruh Jakarta memang dinilai sudah sangat meresahkan. Terbukti TNI mendapatkan surat permintaan bantuan kepada Komandan Komando Distrik Militer (Kodim) Jakarta Pusat untuk menertibkan baliho.

"Bayangkan kita dapat 338, kantor Satpol PP Jakarta Utara didatangi dan disuruh pasang lagi jam 11 malam. Memang mereka ini siapa, di situ saya bilang, negara harus hadir. Kalau dibiarkan bisa berbahaya," kata mantan Panglima Kostrad itu.

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar