Sebut Komentar Novel Menakutkan, Jubir Luhut: Silakan Audit PT GSI

Selasa, 30/11/2021 17:55 WIB
Presiden Joko Widodo dan Menko Marves Luhut Panjaitan. (Karna.id)

Presiden Joko Widodo dan Menko Marves Luhut Panjaitan. (Karna.id)

Jakarta, law-justice.co - Eks penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan siap dan ingin ikut mengaudit bisnis tes PCR oleh PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI).

Hal itu terkait keterlibatan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri BUMN Erick Thohir.

Menanggapi hal itu, Juru Bicara Luhut, Jodi Mahardi mengatakan, pihaknya mempersilakan Kaukus Masyarakat Sipil untuk mengaudit PT GSI.

"Silakan saja untuk audit ajukan permohonan ke PT GSI. Toba Sejahtera hanya pemilik saham minoritas di kewirausahaan sosial itu, namun dari Pak Luhut tidak ada keberatan untuk audit dimaksud," kata Jodi melansir CNNIndonesia.com, Selasa (30/11/2021).

Namun, Jodi mengajukan syarat kepada kelompok masyarakat sipil tersebut sebelum mengaudit PT GSI. Ia meminta Kaukus Masyarakat Sipil menyumbangkan 50.000 tes PCR dan alat genome sequencing jika tidak ditemukan apapun dalam hasil audit.

"Seperti yang dilakukan Pak Luhut dan teman-teman beliau atau paling tidak mereka melakukan bakti sosial yang sepadan. Supaya fair, masyarakat juga bisa melihat niat baik mereka, jangan bisanya membuat gaduh," ujarnya.

Lebih lanjut, Jodi menyoroti komentar mantan penyidik KPK Novel Baswedan terkait rencana audit PT GSI dalam konferensi pers Kaukus Masyarakat Sipil kemarin. Menurutnya, pernyataan Novel sudah menghakimi dan membuat kesimpulan sendiri.

"Wedeni [menakutkan] juga ya pola dan cara berpikir penyidik atau auditor seperti itu," ujarnya.

Sebelumnya, Kaukus Masyarakat Sipil untuk demokrasi dan keadilan menyatakan siap mengaudit PT GSI, salah satu perusahaan penyedia tes polymerase chain reaction (PCR) dalam mendeteksi Covid-19.

Perwakilan kaukus, Ferry Juliantono mengatakan pihaknya sudah menyiapkan Kantor Akuntan Publik (KAP) untuk mengaudit PT GSI. Ferry menunggu kesediaan waktu Luhut untuk mengaudit perusahaan yang didirikan oleh beberapa pihak tersebut.

Mantan penyidik KPK Novel Baswedan mengaku siap dan ingin ikut mengaudit bisnis tes PCR oleh PT GSI. Novel tergabung dalam Kaukus Masyarakat Sipil.

Menurutnya, jika PT GSI diaudit, pihak-pihak yang terlibat di dalamnya dapat diungkap dan lebih jauh dapat diusut. Ia yakin audit adalah pintu utama membuka persoalan tersebut.

"Semua orang yang berlaku jahat dengan mengambil keuntungan [dari PCR] ini harus dimintakan pertanggungjawaban," ujar Novel.

PT GSI diduga terkait dengan Luhut lewat PT Toba Bumi Energi dan Menteri BUMN Erick Thohir melalui Yayasan Adaro Bangun Negeri yang dipimpin saudaranya Boy Thohir. Luhut mengklaim tak mendapat untung dalam bisnis tes PCR PT GSI.

 

(Tim Liputan News\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar