GP Ansor DKI Polisikan Terduga Penghina Rais Aam PBNU

Selasa, 30/11/2021 15:55 WIB
KH Miftachul Akhyar. (Radar Surabaya).

KH Miftachul Akhyar. (Radar Surabaya).

Jakarta, law-justice.co - Pernyataan massa aksi yang berdemo di depan Gedung PBNU, Kramat Jakarta Pusat pada Jumat (26/11/2021) mendapat reaksi dari Gerakan Pemuda (GP) Ansor DKI Jakarta.

Pasalnya, ada oknum yang diduga Rais Aam PBNU, KH. Miftachul Akhyar yang merupakan otoritas tertinggi dalam organisasi NU yang notabene diisi oleh ulama khas dan memiliki kapasitas keilmuan yang memumpuni.

Sekretaris Wilayah GP Ansor DKI Jakarta Dendy Zuhairil mengatakan, pihaknya telah melaporkan SH alias B terkait dugaan penghinaan terhadap Rais Aam ke kepolisian.

"Ya sudah kami laporkan ke Polres Jakarta Pusat Sabtu kemarin," kata Dendy mengutip CNNIndonesia.com, Selasa (30/11/2021).

Dendy lantas menyerahkan sepenuhnya proses hukum tersebut ke aparat kepolisian untuk menindaklanjuti laporan tersebut.

Ia pun meminta seluruh kader GP Ansor dan Banser se-DKI Jakarta untuk menginformasikan dan membawa Subeli ke Polres Jakarta Pusat bila menemukan keberadaannya.

"Kami berharap Polres Jakarta Pusat bisa segera menemukan saudara B ini ini, kami siap juga untuk membantu kepolisian" kata Dendy.

GP Ansor DKI Jakarta melaporkan SH dengan dugaan melanggar UU No. 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 310 dan atau 311 KUHP.

Dendy menjelaskan Subeli dalam orasinya mengatakan bahwa `Rais Aam bermain Politik dan memecah belah umat`. Pernyataan itu yang menjadi unsur dugaan yang dilaporkan.

"Kami meminta pelaku agar meminta ma`af kepada Rois Aam PBNU KH Miftakhul Akhyar secara terbuka," kata dia.

Sebelumnya, sempat beredar video pengurus Pimpinan Wilayah GP Ansor DKI Jakarta menyatakan sikap mengecam pihak yang melakukan penghinaan terhadap Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar viral di media sosial.

Dalam video tersebut, tampak puluhan anggota berseragam GP Ansor dan Banser membacakan pernyataan sikap sambil berdiri. Mereka meminta agar pihak yang menghina Miftachul Akhyar untuk menyerahkan diri.

Ketua Umum GP Ansor DKI Jakarta, Saiful Rahmat Daisuki membenarkan video tersebut merupakan sikap dari GP Ansor DKI Jakarta. Pernyataan sikap itu dibuat merespons pernyataan massa aksi yang dianggap menghina Miftachul saat menggelar demo di depan Gedung PBNU, Jalan Kramat Jakarta, Pusat, Jumat (26/11/2021) lalu.

 

(Tim Liputan News\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar