Said Didu Minta Erick Thohir Buka Data soal Jual Beli Jabatan di BUMN

Minggu, 28/11/2021 15:05 WIB
Mantan Sekretaris BUMN Said Didu. (Tangkapan Layar YouTube ILC)

Mantan Sekretaris BUMN Said Didu. (Tangkapan Layar YouTube ILC)

Jakarta, law-justice.co - Mantan Sekretaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu menantang Erick Thohir membuka data terkait jual beli jabatan dalam perusahaan plat merah itu.

Pasalnya, Erick Thohir sempat mengungkap adanya praktik jual-beli jabatan Dewan Direksi dan Komisaris di perusahaan BUMN.

Menurut Erick, untuk menjadi Direktur Utama (Dirut) BUMN dipatok seharga Rp25 miliar. Kata dia, hal itu terjadi sebelum dirinya menjabat Menteri BUMN.

Merespon hal itu, Said Didu meminta Erick Thohir untuk membuka data-data terkait nama perusahaan hingga nama petinggi yang mendapat jabatan di perusahaan BUMN karena hasil jual beli.

“Agar tidak fitnah mohon data bapak segera dilaporkan ke @KPK_RI,” kata Said Didu di Twitter-nya seperti dilihat pada Minggu (28/11/2021).

“Karena pernyataan Bpk Bahwa dulu untuk jadi Dirut harus bayar Rp25 m, ini menyangkut nama-nama orang besar minimal 13 Menteri dan 1 orang Menteri yang dulu terkait dengan pernyataan Bpk tsb,” lanjutnya.

Oleh sebab itu, Said meminta agar Erick Thohir agar melaporkan data-data tersebut ke KPK. Hal itu menurutnya, agar tak dituduh menyebarkan hoax atau berita bohong.

“Jika tidak melaporkan maka Bpk bisa dituduh menyebarkan hoax,”ujar Said.

“Bagaimana, kapan, dan siapa kira-kira yang melakukan hal tersebut perlu dibuka secara tuntas, jika tidak dibuka secara tuntas, ini jadi sumber fitnah bagi 9 menBUMN dan ratusan mantan Direksi sebelumnya,” kata Sadi memungkasi.

(Tim Liputan News\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar