Ganasnya Covid-19 di Jerman, Pesawat Militer Pindahkan Pasien ke RS

Sabtu, 27/11/2021 15:00 WIB
Ilustrasi Virus Covid-19 (Foto: Istimewa)

Ilustrasi Virus Covid-19 (Foto: Istimewa)

Jerman, law-justice.co - Jerman menggunakan sebuah pesawat militer untuk memindahkan para pasien perawatan intensif (ICU) ke daerah-daerah yang tidak begitu parah menghadapi lonjakan kasus infeksi virus Corona.


Ini sebuah langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya di saat gelombang keempat pandemi yang ganas menyebabkan bangsal rumah sakit dipenuhi pasien COVID-19.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Sabtu (27/11/2021), juru bicara Angkatan Udara Jerman mengatakan, sebuah pesawat angkut medis Airbus 310 yang dilengkapi peralatan khusus lepas landas dari Memmingen di negara bagian Bavaria menuju bandara Muenster/Osnabrueck di barat negara itu.

Bavaria merupakan wilayah Jerman yang terkena dampak paling parah dari lonjakan kasus COVID-19.

Menggunakan rencana darurat yang dirancang sebelumnya dalam pandemi, pasien di unit perawatan intensif yang terlalu banyak dipindahkan ke klinik yang masih memiliki kapasitas untuk orang yang sakit kritis.

Gelombang keempat COVID-19 yang ganas secara khusus telah menghantam wilayah selatan dan tenggara negara berpenduduk terpadat di Uni Eropa itu.

"Situasinya secara dramatis serius - lebih serius daripada titik lain dalam pandemi ini," kata Menteri Kesehatan Jens Spahn kepada wartawan pada Jumat (26/11) waktu setempat, saat dia meminta otoritas regional dan lokal di bawah sistem federal Jerman untuk memperketat tindakan penutupan.

Pesawat angkut militer itu memiliki enam tempat tidur perawatan intensif, yang menurut juru bicara Kementerian Pertahanan semuanya akan terisi pada penerbangan pertama, dengan pesawat-pesawat selanjutnya dalam keadaan siaga.


Jerman minggu ini melewati tonggak suram 100.000 kematian akibat virus Corona sejak awal wabah, seiring jumlah kasus infeksi harian terus memecahkan rekor.

Pusat penyakit menular Institut Robert Koch pada hari Jumat (26/11/2021) melaporkan 76.414 kasus dalam 24 jam terakhir, yang merupakan rekor tertinggi baru.

 

(Devi Puspitasari\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar