Liga Champions

Kemenangan City atas PSG, Bukti Bahwa Skuat Mewah tidak Menjamin

Kamis, 25/11/2021 12:26 WIB
Manchester City saat mengalahkan PSG (Foto: Manchester City Ossifcial)

Manchester City saat mengalahkan PSG (Foto: Manchester City Ossifcial)

law-justice.co - Manchester City sukses menjalankan misi balas dendam kepada Paris Saint Germain (PSG) saat kedua tim itu bertemu kembali di babak penyisihan grup A Liga Champions, Kamis (25/11). Manchester City menang 2-1 melawan tim yang memiliki skuat mewah seperti PSG.

Nama-nama besar memang tidak selalu menjamin kesuksesan. PSG sudah memiliki Neymar dan Kylian Mbappe, namun mereka memutuskan untuk mengontrak Lionel Messi juga.

Tidak berhenti di situ, bintang-bintang lainnya pun datang seperti Sergio Ramos, Gianluigi Donnarumma, dan Georginio Wijnaldum. Keberadaan para pemain bintang tersebut ternyata tidak cukup menjadi bahwa PSG akan menjadi sebuah tim yang solid dan menakutkan.

Mereka tidak bisa menghindari kekalahan tandang dari Manchester City, yang berarti mereka akan maju di urutan kedua di belakang tim asuhan Pep Guardiola itu.

PSG memimpin pada awal babak kedua melalui gol dari Kylian Mbappe, namun City membalasnya dengan dua gol yang dicetak oleh Raheem Sterling dan Gabriel Jesus.

Pelatih PSG Mauricio Pochettino harus mngakui keunggulan lawannya dan menanggung kekecewaan karena PSG tidak bisa lolos sebagai juar grup A.

"Ya, kecewa. Di babak pertama, mereka bermain bagus dan mereka memaksa kami bermain lebih dalam. Mereka sangat agresif," kata Pochettino seperti dilansir Sky Sport.

Terlepas dari Manchester City yang memiliki permainan baik, PSG sendiri memiliki masalah dengan pergerakan pemain tanpa bola. Mereka tidak bisa bertahan dengan baik karena tiga penyerang mereka tidak menekan sebanyak yang mereka butuhkan. Tingkat kerja Neymar telah meningkat, tetapi itu tidak cukup.

Manchester Citu justru tampil seperti gaya mereka di pertemuan pertama. Mendominasi, menguasai bola, banyak menciptakan peluang, dan akhirnya mampu mencetak gol lebih banyak dari PSG. Pemain muda City, Rodri, tampil begitu mengesankan. Dia mendominasi dari peluit pertama hingga terakhir dan dia benar-benar mengendalikan permainan.

Gabriel Jesus membuat perbedaan bagi City , mengubah mereka dari sisi pasif dan tidak efektif menjadi mesin ambisius yang mematikan. Dia mencetak gol kemenangan, tetapi dampaknya terasa lebih dari itu.

"Jujur, saya pikir kami perlu memberikan pujian ke Man City. Tim yang bagus," ujar Pochettino.

Hasil buruk yang didapat PSG membuat masa depan Pochettino di ujung tanduk. Namanya memang dikaitkan dengan Manchester United, tapi apakah dia siap menukar skuat mewah demi target yang tidak terlalu tinggi.

(Januardi Husin\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar