Laut China Selatan Tegang, Prabowo Tegaskan Sikap RI

Senin, 22/11/2021 16:07 WIB
Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto. (Instagram @prabowo)

Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto. (Instagram @prabowo)

Jakarta, law-justice.co - Saat ini, sengketa dan potensi konflik di wilayah Laut China Selatan (LCS) dan juga Selat Taiwan makin memanas.

Indonesai pun tak tinggal diam. Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto menggambarkan kedua konflik yang melibatkan ketegangan China dan Amerika Serikat (AS) ini dengan istilah `gajah di dalam ruangan`.

Prabowo mengatakan hal itu pada forum 17th International Institute for Strategic Studies (IISS) Regional Security Summit: The Manama Dialogue 2021 yang digelar di Bahrain.

Menurutnya, Indonesia mengetahui kepentingan Washington untuk menjaga stabilitas dunia ini

Prabowo juga mengatakn, China merupakan sebuah kekuatan besar yang saat ini tumbuh dan memiliki kepentingan nasionalnya.

"Kami mengakui kepentingan AS sebagai salah satu kekuatan utama yang mengatur belahan bumi," ujarnya mengutip Cnbcindonesia.

"Namun kami juga mematuhi kebijakan One China Policy. Kami mengakui kepentingan inti Beijing yang sah, dan kami mendukung serta menghormati tempat yang tepat bagi Beijing sebagai kekuatan dunia yang besar," sambungnya.

LCS dan Taiwan telah menjadi potensi konflik besar dalam beberapa waktu terakhir. di LCS, Beijing mengklaim hampir seluruh LCS, laut yang dilalui perdagangan triliunan dolar setiap tahun, sebagai teritorinya.

Hal ini mendapatkan pertentangan besar dari claimant state lainnya seperti Filipina, Brunei, Malaysia, Taiwan dan Vietnam.

Sementara itu, kondisi di Taiwan memanas akibat mulai masuknya ratusan jet tempur China ke wilayah pertahanan pulau itu. China juga mengklaim bahwa pulau itu merupakan wilayah integral kedaulatannya.

 

(Tim Liputan News\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar