Tak Cuma Anies, Farid Okbah Pernah Jumpa Jokowi hingga Ridwan Kamil

Minggu, 21/11/2021 05:12 WIB
Ketua Umum Partai Dakwah Rakyat Indonesia (PDRI) Ustaz Farid Okbah. (Istimewa)

Ketua Umum Partai Dakwah Rakyat Indonesia (PDRI) Ustaz Farid Okbah. (Istimewa)

Jakarta, law-justice.co - Beberapa hari sebelum ditangkap Densus 88 Antiteror Mabes Polri, Ustaz Farid Okbah sempat bertemu Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Meski begitu, Pengacara Ustaz Farid, Ismar Syafruddin mengatakan, kliennya juga pernah bertemu Presiden Jokowi, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Soeharto.

Oleh sebab itu kata dia, Ustaz Farid tidak layak disebut teroris karena pernah berjumpa sejumlah petinggi, mulai Presiden Jokowi hingga Soeharto.

Sebelumnya, beberapa hari ini, beredar di media sosial, Ustaz Farid Okbah sempat bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta beberapa hari sebelum ditangkap Densus 88.

“Terus pertemuan beliau dengan Jokowi bagaimana? Pertemuan beliau dengan RK (Ridwan Kamil), Presiden Soeharto, Hamzah Has wapresnya Bu Mega? Itu menandakan bahwa beliau sangat tidak layak dituduh teroris,” tegas Ismar.

Pengacara Ustaz Farid, Ismar Syafruddin, mengungkapkan Ustaz Farid dan Anies bertemu saat mertua Ustad Farid meninggal dunia.

“Ketika itu mertua Ustaz Farid meninggal dunia, ternyata Pak AB (Anies Baswedan) bersama ibunya juga hadir di tempat tersebut,” ujar Ismar saat dihubungi, Sabtu (20/11/2021).

Adapun Ismar menjelaskan Anies berkunjung ke rumah duka di dekat kantor Kecamatan Jatiasih, Bekasi.

Ismar mengatakan mertua Ustaz Farid meninggal pada Sabtu (13/11).

Kemudian pada Selasa (16/11) atau tiga hari berikutnya, Ustaz Farid ditangkap tim Densus 88.

“Memang meninggalnya sekitar sepekan lalu sih, sekitar Sabtu kalau nggak salah. Terus Selasa beliau ditangkap,” tuturnya.

Seperti diketahui, Densus 88 Antiteror Polri menangkap Ustaz Farid Okbah selaku Ketua Umum Partai Dakwah Rakyat Indonesia (PDRI), Ustaz Ahmad Zain An Najah, dan Ustaz Anung Al Hamat atas dugaan tindak pidana terorisme.

Polri mengungkapkan penangkapan mereka berdasarkan pengakuan 28 tersangka teroris Jamaah Islamiyah yang sudah ditangkap.

“Ditambah juga keterangan 28 saksi, ini merupakan para tersangka yang telah tertangkap terdahulu,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta Selatan, Rabu (17/11).

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar