Bahas Sanksi Bagi RI, Tiga Badan Anti Doping Jepang Dikumpulkan

Rabu, 27/10/2021 20:55 WIB
World Anti Doping Agency (Beritasatu)

World Anti Doping Agency (Beritasatu)

Jakarta, law-justice.co - Sanksi bagi Indonesia terkait penggunaan doping masih jadi ganjalan, untuk itu Badan Anti Doping Dunia (WADA) akan segera lakukan pertemuan dengan Lembaga Anti Doping Jepang (JADA) dan Organisasi Anti Doping Regional (RADO) akan rapat dengan Kemenpora membahas sanksi Indonesia, besok Kamis (28/10/2021).


Pertemuan secara virtual ini akan dihadiri perwakilan Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) serta perwakilan satuan tugas (satgas) akselerasi dan investigasi LADI.

Menurut Presiden National Olympic Committee (NOC) Indonesia yang juga Ketua Satgas, Raja Sapta Oktohari, agenda ini memiliki nilai penting karena WADA akan memberikan keterangan.

"Besok subuh waktu sini [Italia], kira-kira jam 11.00 WIB, akan ada rapat virtual antara RADO dengan JADA, perwakilan WADA, LADI, Kemenpora, dan kami," kata Raja, dikutip dari CNNIndonesia, Rabu (27/10/2021).

"Dalam acara tersebut akan dibahas 24 pending matters yang sudah dikirim dan kira-kira apa nih yang perlu diinikan [diperbaiki dan ditindaklanjuti]," ujar Raja menambahkan.

Promotor tinju ini menambahkan, WADA kemungkinan memberi petunjuk kepada Indonesia untuk percepatan pencabutan sanksi. Pihak yang akan ditunjuk mendampingi Indonesia juga akan dipastikan.

"Dari situ, nantinya akan ditunjuk pendampingan dari JADA untuk proses pengambilan sampel yang 122 itu, karena mereka ingin memastikan benar tidak sih proses pengambilan sampelnya," katanya.

"Kami akan ikuti. Saya pikir pengambilan sampel 122 itu tidak akan lama. Pengambilan sampelnya ada tekniknya tersendiri karena yang akan dites tidak boleh tahu. Ini kan random sampling," ucap Raja.


Indonesia disanksi WADA karena dianggap tidak patuh dalam program anti doping. Sanksi itu jatuh pada 7 Oktober 2021, setelah masa tenggat klarifikasi selama 21 hari diabaikan oleh LADI.

WADA mengirim surat peringatan kepada LADI pada 15 September 2021. Isinya permintaan klarifikasi LADI mengapa tidak bisa memenuhi test doping plan (TDP) yang ditetapkan pada 2020 dan 2021.

Menurut Raja, itu bukan surat pertama. Sebelumnya ada surat yang juga dikirimkan ke LADI untuk melunasi sejumlah pending matters. Namun surat tersebut dianggap tidak sampai ke pengurus LADI.

Ini karena pengurus LADI telah mengalami pergantian. Transisi dari pengurus lama ke pengurus baru ini dianggap sebagai salah satu biang mengapa komunikasi LADI dan WADA terputus.

(Devi Puspitasari\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar