Minta Yaqut Hati-hati Bicara, PBNU: Ini Bawa Dampak Negatif untuk NU!

Rabu, 27/10/2021 09:39 WIB
Ketua PBNU, KH Marsudi Syuhud. (NU Online).

Ketua PBNU, KH Marsudi Syuhud. (NU Online).

Jakarta, law-justice.co - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) angkat bicara soal pernyataan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas yang menyatakan bahwa Kementerian Agama merupakan hadiah negara untuk kiprah NU.

Ketua PBNU, Marsudi Syuhud menegaskan bahwa apa yang disampaikan Gus Yaqut adalah salah.

Kata dia, tiap organisasi pasti punya sejarah masing-masing. Begitu juga halnya dengan NU yang didirikan untuk memimpikan Indonesia merdeka.

“NU didirikan untuk memimpikan RI merdeka. Bahkan kemudian NU ikut terlibat membuat dasar negara bersama,” katanya disitat dalam diskusi via zoom CNN, Selasa 26 Oktober 2021.

Soal Kemenag adalah hadiah untuk NU dari negara, Marsudi lagi-lagi bilang jika pernyataan Gus Yaqut keliru.

“Itu doktrin kiai NU dulu enggak begitu, NU itu ajarkan NU untuk bangsa. Dari NU untuk negara, dari NU untuk umat berbangsa, jangan sampai dibalik. Sebab malah jadi negatif untuk NU, dan itu yang terjadi sekarang.” tambahnya.

Pada kesempatan itu PBNU juga meminta agar Menag menjaga pembicaraannya. Sebab ketika apa yang disampaikan sudah tersebar ke publik, maka akan menjadi hukum publik.

Intinya, lanjut dia, sebagai pejabat publik Gus Yaqut harus hati-hati. Bahwa negara itu adalah publik. “Intinya hati-hati. Wong pada dasarnya enggak begitu, Kemenag untuk seluruh agama, untuk bangsa, walau kita dan organisasi lain punya sejarah tersendiri,” katanya.

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar