Demokrat: PDIP Berkuasa, Indosar Dijual-Kini Garuda Terancam Bangkrut

Rabu, 27/10/2021 05:06 WIB
Politisi Partai Demokrat, Yan Harahap. /Instagram.com/@yanharahap

Politisi Partai Demokrat, Yan Harahap. /Instagram.com/@yanharahap

Jakarta, law-justice.co - Kondisi BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang saat ini dikabarkan di ujung tanduk mendapat sorotan dari Politisi Partai Demokrat, Yan Harahap.

Sebagai informasi, maskapai plat merah itu mencatatkan kerugian signifikan pada Semester I/2021 sebesar USD904,9 juta atau setara Rp13,1 triliun (kurs Rp 14.400 per USD). Utang Garuda juga fantastis mencapai Rp70 triliun.

Yan Harahap menyebut bukan tidak mungkin kejadian masa lalu akan kembali terjadi di era Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Masa lalu yang dimaksud anak buah AHY itu adalah penjualan BUMN PT Indosat.

“Sejarah mencatat, Indosat dijual di era Megawati, saat PDIP berkuasa,” kata Yan dikutip dari akun Twitternya, Rabu (27/10/2021).

“Jika Garuda Indonesia harus ditutup krn bangkrut, sejarah juga akan mencatat bahwa Maskapai kebanggaan negeri ini bangkrut di era @jokowi, juga saat PDIP berkuasa.Camkan itu Hasto!,” sambungnya.

Sebelumnya, Kementerian BUMN memastikan Garuda Indonesia tidak menerima suntikan dana berupa penyertaan modal negara (PMN) untuk menyelamatkan kinerja keuangannya.

Bahkan, Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo menandaskan Garuda akan digantikan Pelita Air Service (PAS) jika nantinya berstatus pailit. Adapun upaya kepailitan akan ditempuh jika negosiasi dan restrukturisasi utang senilai Rp70 triliun berakhir buntu.

“Kita tetap mengupayakan restrukturisasi Garuda sebagai upaya utama. Tapi Pelita Air kami jadikan cadangan,” ujar Kartika.

Jika Garuda Indonesia akan dipailitkan, maka emiten pelat merah ini akan menambah daftar maskapai penerbangan di Tanah Air yang bangkrut akibat permasalahan keuangan.

 

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar