Jokowi Singgung `Kekuatan Besar` dan Ajak Kawasan ASEAN Bersatu

Selasa, 26/10/2021 18:55 WIB
Presiden Joko Widodo di KTT ASEAN ke-39 (Tempo)

Presiden Joko Widodo di KTT ASEAN ke-39 (Tempo)

Jakarta, law-justice.co - Makin memanasnya rivalitas dua kekuatan besar Amerika Serikat vs China menjadi pembahasan Presiden Joko Widodo dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-39 yang digelar secara virtual, Selasa (26/10/2021)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan harapannya agar ASEAN bisa menjadi lokomotif stabilitas dan kesejahteraan kawasan, Jokowi juga mengatakan bahwa tahun ini bukan tahun yang mudah bagi ASEAN.

"Kita hidup dalam situasi yang sangat dinamis, dimana rivalitas antara kekuatan besar menjadi makin mengemuka," tegas Jokowi, dikutip dari CNBCIndonesia, Selasa (26/10/2021).

Jokowi meminta agar ASEAN tidak hanyut dengan jargon-jargon yang membuat terlena. Jokowi mengajak seluruh negara kawasan untuk memperkuat persatuan ASEAN

"Kita harus bekerja keras untuk memperkuat kesatuan dan sentralitas ASEAN. Kita harus segera memperkuat kapasitas dan efektivitas kelembagaan ASEAN," jelasnya,

Gugus Tugas Tingkat Tinggi akan mulai bekerja tahun depan dalam mengembangkan Visi ASEAN pasca-2025 juga perlu membahas rekomendasi penguatan ASEAN.

Indonesia berharap, pada akhir tahun depan dapat menerima rekomendasi tersebut serta mengambil keputusan untuk penerapannya tahun 2023.

"Dengan demikian, ASEAN akan siap dan segera lepas landas untuk mewujudnyatakan Visi Baru pasca-2025. Indonesia telah menyampaikan concept paper bagi pembahasan mengenai penguatan ASEAN," kata Jokowi.

"Saya sangat menghargai dukungan para pemimpin ASEAN terhadap inisiatif Indonesia ini," jelasnya.

Jokowi juga sempat menyinggung implementasi ASEAN Outlook on the Indo-Pasifik (AOIP). "AOIP memiliki prinsip-prinsip yang sangat jelas. Sudah saatnya kita semua memberikan perhatian bagi kerja sama konkrit pelaksanaan AOIP," katanya.

 

(Devi Puspitasari\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar