Hindari Kenaikan Harga BBM, Pertamina Dijanjikan Kompensasi ini

Senin, 25/10/2021 20:40 WIB
Gedung Pertamina (Foto: Infonawacita.com)

Gedung Pertamina (Foto: Infonawacita.com)

Jakarta, law-justice.co - Harga jual bahan bakar minyak (BBM) dikalangan masyarakat melonjak menyusul kenaikan harga minyak mentah dunia.

Namun, soal harga jual BBM ke masyarakat, PT Pertamina (Persero) diminta tetap memperhatikan daya beli masyarakat.

Sebagai konsekuensinya, pemerintah juga akan memberikan kompensasi kepada Pertamina agar perseroan tidak merugi.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Direktorat Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Soerjaningsih.


Dia mengatakan, besaran kompensasinya saat ini masih dibahas. "Kemudian terkait penyesuaian harga, kenaikan harga BBM, agar Pertamina tidak rugi ini rencananya akan dibahas nanti ya, bagaimana kompensasi kepada Pertamina," ungkapnya dalam konferensi pers, Senin (25/10/2021).

Lebih lanjut dia mengatakan, kenaikan harga BBM saat ini masih cukup sulit diterima oleh masyarakat di tengah kondisi yang baru pulih dari pandemi Covid-19.


"Jadi kenaikan harga BBM ini kan sebenarnya mungkin masih sulit diterima oleh masyarakat yang kondisinya sedang baru mau pulih Covid-19. Jadi kemungkinan pemerintah yang ngalah sama rakyat, tetap tenang tidak ada inflasi," lanjutnya.

Dia pun mengakui, harga keekonomian bensin Pertalite (RON 90) dan Premium (RON 88) saat ini jauh lebih tinggi dibandingkan harga jual ke masyarakat. Seperti diketahui, kini harga jual bensin Premium (RON 88) di SPBU sebesar Rp 6.450 per liter dan Pertalite (RON 90) sebesar Rp 7.650 per liter.

Adapun harga keekonomian Pertalite menurutnya saat ini sudah di atas Rp 11.000 per liter, sementara Premium sekitar Rp 9.000 per liter.

"Pertalite ini bahan bakar umum, harganya secara normal sudah berada di atas Rp 11.000, harga keekonomiannya... Harga keekonomian Premium sekitar Rp 9.000 per liter," ungkapnya.

Perlu diketahui, pemerintah memberikan kompensasi kepada Premium karena meski tak lagi disubsidi, namun karena Pertamina mendapatkan penugasan penjualan Premium, maka pemerintah akan memberikan kompensasi. Sementara untuk Pertalite karena bukan produk subsidi maupun penugasan, Pertamina biasanya tidak diberikan kompensasi apapun.

Harga minyak dunia bergerak naik pada perdagangan pagi ini. Harga minyak mentah dunia melanjutkan tren bullish yang terjadi dalam lebih dari dua bulan terakhir.

Pada Senin (25/10/2021) pukul 07:49 WIB, harga minyak jenis Brent berada di US$ 85,72/barel, naik 0,22% dari posisi penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Sedangkan yang jenis light sweet harganya US$ 84,08/barel, bertambah 84,08%.

Dalam sepekan terakhir, harga Brent membukukan kenaikan 1,68% dan light sweet terangkat 2,12%. Harga minyak terus mencatatkan kenaikan dalam sembilan minggu terakhir.

"Pasokan masih sangat sangat ketat. Dunia juga kembali khawatir terhadap pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) terutama di Rusia, China, dan kini Jerman," kata Phil Flynn, Analis Senior di Price Futures Group yang berbasis di Chicago (Amerika Serikat/AS), seperti dikutip dari Reuters.

(Devi Puspitasari\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar