Mahfud Puji Sepak Terjang Santri Hingga Jadi Menteri

Minggu, 24/10/2021 12:00 WIB
Para menteri yang berlatar belakang santri: Mahfud MD, Hanif Dhakiri, Mohammad Nasir, dan Maftuh Basyuni. (Foto: Diolah dari google).

Para menteri yang berlatar belakang santri: Mahfud MD, Hanif Dhakiri, Mohammad Nasir, dan Maftuh Basyuni. (Foto: Diolah dari google).

law-justice.co - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD memuji sepak terjang santri di Indonesia yang dinilai memiliki dedikasi tinggi untuk bangsa.

Mobilitas yang cepat membawa kaum santri menuju gelanggang politik. Kursi pemerintahan yang sejak 1970-an sulit digapai kini terbukti bisa diduduki oleh lulusan pesantren. Santri yang dulunya duduk di bangku-bangku kayu pesantren kini telah duduk di kursi menteri.

Para menteri yang dulunya berlatarbelakang santri antara lain Mahfud MD; mantan Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri; mantan Menteri Riset dan Teknologi Mohammad Nasir; dan mantan Menteri Agama Maftuh Basyuni.

"Lihatlah sekarang ini, orang yang lulusan pesantren seperti Prof. Mohammad Nasih bisa jadi Rektor Unair. Lihat juga para wakil rektor dan guru besar yang ada di sini, banyak yang berlatar belakang santri," kata Mahfud dalam acara "Silaturrahim Menko Polhukam dengan Rektor, Guru Besar, Senat Akademik, dan Dekan" di Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Sabtu (23/10/2021).

Mahfud menjelaskan, kata santri tidak hanya dikaitkan dengan orang yang hanya lulus pondok pesantren, tetapi dinisbahkan kepada orang-orang Islam yang rajin melaksanakan ajaran agamanya, maka mobilitas vertikal itu menjadi tampak lebih besar.

"Di kabinet sekarang saja, misalnya, banyak menteri dan pejabat setingkat menteri yang taat beribadah tanpa ragu atau malu untuk melaksanakannya," kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini.

Hingga saat ini, Mahfud berujar, tak sedikit dari kaum santri yang sudah merangsek ke berbagai sektor kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Sekarang banyak yang menjadi profesor, perwira tinggi TNI-Polri, dokter, insinyur, ahli hukum, politisi, birokrat, dan sebagainya," tuturnya.

Dalam merefleksikan Hari Santri Nasional yang bertema "Peran Perguruan Tinggi dalam Internalisasi Ideologi Pancasila" ini, Mahfud mendorong kaum santri agar terus berprestasi membangun bangsa dengan penuh persaudaraan dan toleransi sesuai dengan ideologi Pancasila.

Alumni Ponpes Almardhiyyah, Pamekasan, Madura ini juga berpesan agar kaum santri tetap merawat NKRI dengan moderasi beragama atau Wasathiyyah Islam.

Acara silaturrahim itu dipimpin langsung oleh Rektor Unair Prof. Mohammad Nasih dengan virtual hybrid yang dikunjungi secara luas oleh masyarakat melalui akses kanal Youtube, Instagram live, dan Twitter space.

(Muhammad Rio Alfin\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar