Demokrat: Hasto Berlindung dari Kejaran KPK dengan Menjilat Jokowi!

Jum'at, 22/10/2021 13:05 WIB
Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto. (Istimewa)

Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto. (Istimewa)

Jakarta, law-justice.co - Politisi Partai Demokrat, Syahrial Nasution membuka suara menyusul pernyataan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto yang menyebut sepuluh tahun pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terlalu banyak rapat.

Meskipun tak secara gamblang Hasto menyebut nama SBY, ungkapan itu jelas ditujukan bagi rezim SBY yang memimpin selama sepuluh tahun sejak 2009 sampai 2014.

Merespon hal itu, Syahrial pun mengungkit kasus tersangka dugaan tindak pidana suap pergantian waktu anggota DPR terpilih periode 2019-2024, eks kader PDIP Harun Masiku.

Menurutnya, Hasto berlindung dari kejaran KPK dalam kasus dugaan tindak pidana suap itu dengan menjilat Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Cara Hasto sekjen PDIP berlindung dari kejaran KPK dlm kasus Harun Masiku adalah dgn menjilat Jokowi dan menjelekkan 10 thn pemerintahan Pak SBY," kata Syahrial dalam cuitannya di Twitter, Jumat (22/10/2021).

Sebelumnya, Hasto mengapresiasi capaian pemerintahan Jokowi yang juga mendapat apresiasi dari dunia internasional terutama dalam penanganan pandemi Covid-19.

Hasto mengatakan bahwa Jokowi memiliki karakteristik berbeda dari pemimpin sebelumnya.

"Berbeda dengan pemerintahan 10 tahun sebelumnya, terlalu banyak rapat tidak mengambil keputusan," kata Hasto.

 

(Tim Liputan News\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar