2 Tahun Jokowi-Ma`ruf: Erick Thohir dan Mahfud MD Layak Dicopot!

Kamis, 21/10/2021 22:00 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir dan Menkopolhukam Mahfud MD. (Suara.com/M. Yasir)

Menteri BUMN Erick Thohir dan Menkopolhukam Mahfud MD. (Suara.com/M. Yasir)

Jakarta, law-justice.co - Menteri BUMN Erick Thohir dan Menko Polhukam Mahfud MD dinilai layak dicopot lantaran mereka tak mampu menerjemahkan pemikiran Presiden Jokowi. Demikian kata eks politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean (FH).

Ferdinand awalnya memberi skor evaluasi terhadap kinerja Jokowi-Ma’ruf selama dua tahun kepemimpinan mereka sebagai presiden dan wakil presiden.

“2 Tahun Jokowi Maaruf menurut saya secara umum layak dapat score 65-75,” kata Ferdinand di Twitter, Kamis (21/10/2021).

Adapun untuk mengejar skor lebih dari itu, menurut FH, maka Presiden Jokowi harus mengevaluasi kinerja sejumlah menteri kabinetnya.

Selain itu, ia juga meminta Wapres Ma’ruf Amin agar lebih aktif bekerja dan memperbaiki sistem birokrasi yang masih terbilang rumit.

“Untuk mengejar nilai 80-90 tahun ke 3, JKW harus evaluasi beberapa menteri, Wapres lebih aktif bekerja dan memperbaiki Birokrasi yang masih ruwet. Terutama sistem digitalisasi jangan sampai mengambil alih otorisasi pejabat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ferdinand Hutahaean menyebut untuk mempercepat akselerasi pembangunan dan memperbaiki sistem birokrasi maka Jokowi harus mencopot sejumlah menteri yang menurutnya memiliki catatan merah terkait kinerja mereka.

"Jika memisah antara Presiden, Wapres dan Menteri jajaran Kemenko, mk Jokowi score 80, Maaruf Amin score merah 50, Menteri jajaran Polhukam 55, jajaran PMK 60 Perekonomian 65 dan Marinves 70. Pres jokowi harus mencopot beberapa menteri untuk akselerasi pembangunan dan perbaiki birokrasi,” tegasnya.

Adapun menteri yang layak dicopot tersebut, menurut FH, yakni Erick Thohir, Mahfud MD, Muhadjir Effendy, dan sejumlah nama lainnya. Menurutnya, para menteri itu tak bisa menerjemahkan pemikiran Presiden Jokowi.

“Menteri yang layak dicopot menurut saya adalah Erick Tohir, Bahlil L, Sofyan Djalil, Teten M, Mahfud MD, Jhony Plate, Pratikno, Muhajir E, Agus Gumiwang, Arifin Tasrif, Yasin Limpo. Mereka tak mampu menerjemahkan pemikiran Presiden menjadi program kerja yang harus diimplementasikan,” ujarnya.

 

(Tim Liputan News\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar