Terkuat di ASEAN & Kalahkan Spanyol-Israel, TNI Nomor 16 Terbaik Dunia

Kamis, 14/10/2021 11:42 WIB
Ilustrasi Pasukan Tempur TNI-AD (Merdeka)

Ilustrasi Pasukan Tempur TNI-AD (Merdeka)

Jakarta, law-justice.co - Tentara Nasional Indonesia (TNI) masuk dalam urutan ke-16 militer terkuat dunia pada tahun 2021. TNI mengalahkan militer dari Israel, Saudi Arabia, Spanyol, Australia dan Kanada.

Menurut globalfirepower, pemeringkatan itu dilakukan dari 140 negara di seluruh dunia.

Untuk 15 peringkat militer terkuat di dunia nomor satu masih Amerika Serikat, disusul Rusia, China, India, Jepang, Korea Selatan Prancis, Inggris, Brazil, Pakistan, Turki, Italia, Mesir, Iran dan Jerman.

Militer Indonesia pada 2020 lalu juga berada di peringkat 16 terkuat di dunia. Begitu juga pada 2019. Sementara pada 2018, militer Indonesia berada di peringkat 15 dan peringkat 14 pada 2017.

Pemeringkatan tersebut telah dilakukan sejak tahun 2005 oleh globalfirepower. Formula yang digunakan untuk pemeringkatan berubah dari tahun ke tahun.

Situs ini awalnya hanya melacak 25 kekuatan militer global dan hari ini terhitung sudah mencapai 140 negara.

Perubahan penggunaan formula untuk pemeringkatan tersebut membuat hanya 25 kekuatan militer dunia teratas yang ditampilkan di daftar.

Peringkat Global Firepower menggunakan lebih dari 50 faktor untuk menentukan skor Power Index atau PwrIndx suatu negara.

Kategori yang digunakan untuk menentukan peringkat mulai dari kekuatan militer dan keuangan hingga kemampuan logistik dan geografi.

Selain itu, formula yang digunakan unik sehingga memungkinkan negara-negara yang lebih kecil dan teknologinya lebih maju untuk bersaing dengan negara-negara yang lebih besar dan kurang berkembang.

Tak hanya itu, dalam halaman utama Global Firepower juga menyatakan kalau kekuatan militer Indonesia berada di peringkat teratas di kawasan Asia Tenggara.

Kekuatan militer Vietnam menempati urutan kedua terbaik di ASEAN. Kemudian, kekuatan militer Thailand berada di urutan ke-3, Myanmar di posisi ke-4, Singapura berada di peringkat ke-5, Malaysia berada di peringkat ke-6, Filipina berada di peringkat ke-7, Kamboja berada di peringkat ke-8, dan Laos di urutan ke-9.

Menanggapi itu, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan bahwa Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto telah membuktikan kinerjanya sebagai Menteri Pertahanan RI.

"Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertahanan di bawah Prabowo Subianto di saat yang sama juga terus melakukan upaya modernisasi alutsista, juga berupaya memperbesar dan memperkuat TNI melalui pembentukan komponen cadangan TNI yang ditetapkan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu," kata Dasco, Kamis, 14 Oktober 2021.

Kekuatan Militer Indonesia Serupa Negara Maju

Menurut Dasco, kekuatan militer Indonesia memperoleh skor sebesar 0,2684 poin dari Global Firepower. Dengan jumlah angka tersebut, artinya kekuatan militer Indonesia hampir serupa dengan kekuatan militer negara maju.

Untuk mengisyaratkan makin tinggi tingkatan militer suatu negara, maka artinya skor power index negara tersebut semakin kecil. Begitu juga sebaliknya, apabila skor power index yang diperoleh semakin besar, maka makin rendah peringkat militernya.

"Lebih dari 50 indikator menjadi faktor penilaian Global Firepower untuk menghitung skor power index tiap negara. Negara-negara kecil yang memiliki kelebihan dalam perhitungan di beberapa indikator menjadi keunggulan mereka untuk bersaing dengan negara-negara yang lebih maju," ujarnya.

Baru-baru ini juga, kata Dasco, Prabowo membawa pulang teknologi kapal perang canggih jenis fregat tipe Arrowhead dari Inggris. Alutsista itu dapat memperkuat Indonesia dalam menghadapi ancaman yang terus berkembang, termasuk di Laut Natuna Utara.

Fregat adalah jenis kapal perang ringan dengan kecepatan tinggi, dan kemampuan manuver yang dilengkapi teknologi militer canggih terkini. Fregat buatan Inggris ini adalah kapal perang ringan tercanggih yang ada sekarang.

Selain itu, di bidang pertahanan baru-baru ini Presiden Jokowi menetapkan 3.103 orang komponen cadangan TNI yang bisa dimobilisasi untuk memperbesar dan memperkuat kekuatan TNI, saat negara dalam keadaan darurat militer atau dalam bencana.

"Dengan adanya komcad memungkinkan penghematan anggaran untuk perkuat pertahanan. Kekuatan TNI dapat bertambah secara personel meski tanpa menambah jumlah TNI aktif," ujar Dasco.

(Ade Irmansyah\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar