TNI Beri Laporan ke Jokowi, PDIP: Ngapain Gimik-gimik, Bohong Semua!

Selasa, 05/10/2021 16:40 WIB
Effendi Simbolon (pojok Jabar)

Effendi Simbolon (pojok Jabar)

Jakarta, law-justice.co - Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDIP Effendi Simbolon mengkritik keras terkait laporan prajurit TNI ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) di HUT TNI ke-76, Selasa (5/10/2021), soal kondisi lapangan.

Effendi menegaskan, prajurit TNI melaporkan kondisi lapangan saat menjaga pertahanan secara apa adanya.

"Ketika seremonial upacara HUT kelihatan rapi, bersih, semua laporan tadi `siap laksanakan` `baik`. Gue bilang kamu harus laporan apa adanya ke Presiden, mana mungkin Miangas dijaga hanya 10 orang," ujar Effendi kepada wartawan.

Ia menerangkan, prajurit TNI menjaga pertahanan di perbatasan dengan alutsista dan logistik yang kurang. Namun, ketika menyampaikan laporan ke Jokowi, yang disampaikan adalah kondisi siap.

"Tapi giliran upacara, ditampilkan siap. Sudahlah... ngapain gimik-gimik, bohong-bohong semua. Sampaikan walaupun itu upacara resmi, sampaikan `kesiapan kami sangat terbatas, Pak, hanya cukup 2 kali`, misalnya begitu," kata Effendi.

"Kenyataannya begitu kok, logistiknya semuanya terbatas, minim banget," katanya.

Effendi menjelaskan prajurit TNI menjaga pertahanan di perbatasan dengan alutsista dan logistik yang kurang. Namun, ketika menyampaikan laporan ke Jokowi, yang disampaikan adalah kondisi siap.

"Tapi giliran upacara, ditampilkan siap. Sudahlah... ngapain gimik-gimik, bohong-bohong semua. Sampaikan walaupun itu upacara resmi, sampaikan `kesiapan kami sangat terbatas, Pak, hanya cukup 2 kali`, misalnya begitu," ujar Effendi.

"Kenyataannya begitu kok, logistiknya semuanya terbatas, minim banget," katanya.

Effendi menjelaskan prajurit TNI menjaga pertahanan di perbatasan dengan alutsista dan logistik yang kurang. Namun, ketika menyampaikan laporan ke Jokowi, yang disampaikan adalah kondisi siap.

"Tapi giliran upacara, ditampilkan siap. Sudahlah... ngapain gimik-gimik, bohong-bohong semua. Sampaikan walaupun itu upacara resmi, sampaikan `kesiapan kami sangat terbatas, Pak, hanya cukup 2 kali`, misalnya begitu," ujar Effendi.

"Kenyataannya begitu kok, logistiknya semuanya terbatas, minim banget," katanya.

Effendi sebagai anggota Komisi I DPR, mengaku sudah memperjuangkan kesejahteraan dan alutsista TNI di DPR RI. Effendi berharap prajurit TNI pun menyampaikan sejujurnya kondisi lapangan yang dirasakan saat menjaga pertahanan Indonesia.

"Makanya saya kadang-kadang tanya sama mereka tuh, kalian kalau mau dibela, mbok ketika kalian tampil di publik, apalagi dengan Pak Presiden, jujur juga dong. Ketika di DPR kalian kami bela, ketika ketemu Presiden, kalian semua bilang siap, kalian bilang cukup. Ya kalau cukup, jalan apa adanya," ujarnya.

Effendi mengatakan kerap melakukan kunjungan ke wilayah-wilayah dan melihat prajurit TNI menjaga pertahanan. Effendi menginginkan alutsista, logistik, hingga kesejahteraan TNI ditingkatkan.

"Lapor ketidaksiapan karena ini, begitu dong. Jangan kita hanya untuk memenuhi event abstrak, event yang selalu sifatnya seremonial, enak didengar, tapi kenyataannya," imbuhnya.

 

(Tim Liputan News\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar