Dugaan Korupsi di Krakatau Steel, Erick Thohir: Kita Akan Kejar!

Selasa, 28/09/2021 16:40 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir (breakingnews)

Menteri BUMN Erick Thohir (breakingnews)

Jakarta, law-justice.co - Menteri BUMN Erick Thohir mengungkap banyaknya utang pada perusahaan pelat merah merupakan utang-utang lama. Maka itu transformasi terus digalakkan, tidak hanya di korporasi melainkan juga proses bisnisnya.

Ia berbicara soal utang PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) yang punya utang sebesar USD 2 Miliar atau berdasarkan perhitungan perusahaan sebesar Rp 31 triliun.

Salah satu penyebab utangnya, kata Erick, karena ada investasi proyek Blast Pernish senilai USD 850 juta yang saat ini masih mangkrak.

Erick Thohir pun mengindikasikan, utang tersebut menggunung karena ada praktik korupsi di tubuh Krakatau Steel.

"Pasti ada indikasi korupsi kita akan kejar siapapun yang merugikan, karena ini bukan ingin menyalahkan tapi penegakan hukum proses yang salah harus kita perbaiki," kata Erick dalam Webinar, Selasa (28/9/2021).

Namun demikian, Erick melihat proses restrukturisasi utang Krakatau Steel berjalan dengan baik. Ia menyebut, ada langkah-lanngkah yang dijalankan Krakatau Steel agar bisa keluar dari jurang kerugian.

Pertama, Kementerian BUMN membuat sub holding untuk kawasan industri di Krakatau Steel. Hal ini agar bisnis Krakatau Steel terintegrasi mulai dari air, listrik, hingga lahan untuk investasi baru.

Nantinya, lanjut Erick, sub holding itu akan melaksanakan penawaran saham perdanan atau Initial Public Offering (IPO) di bursa saham untuk mendapatkan pendanaan baru.

"Kita juga efisiensi besar-besaran, terima kasih kepada direksi dan komisaris Krakatau Steel akhirnya dengan restrukturisasi utang perbaikan arus kas efisiensi ada project-project yang juga baik, akhirnya yang tadinya 8 tahun rugi terus-menerus sekarang bisa untung Rp 800 miliar," pungkas Erick.

(Tim Liputan News\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar